Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Undana dan BP3MI NTT Siapkan Jalur Kerja Luar Negeri bagi Lulusan Perguruan Tinggi

2026-09-15 17:07 WIB · aindari · 👁 741 dibaca

Universitas Nusa Cendana Kupang bermitra dengan BP3MI NTT untuk membekali mahasiswa dengan sertifikasi, pelatihan bahasa, dan akses penempatan kerja formal di luar negeri.

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT guna memperluas peluang kerja internasional bagi para lulusannya. Kemitraan ini dibahas dalam audiensi antara Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana dan BP3MI NTT di ruang rapat BPKS Undana, Kupang, Selasa.

Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamidah menegaskan bahwa pasar kerja global saat ini tidak lagi cukup dijawab dengan ijazah semata. Keterampilan praktis, sertifikasi profesi, dan kemampuan bahasa asing menjadi syarat utama agar lulusan perguruan tinggi dapat bersaing di tingkat internasional. Ia memperingatkan bahwa tanpa ekosistem pelatihan yang disiapkan sejak dini, lulusan Indonesia berisiko hanya menjadi penonton di tengah terbukanya peluang kerja global.

Melalui kolaborasi ini, BP3MI NTT berharap dapat membuka jalur penempatan formal bagi lulusan Undana ke sejumlah sektor strategis di luar negeri, terutama bidang hospitality dan keperawatan profesional. Suratmi menyebut banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menunggu peluang kerja setelah wisuda, sehingga pembekalan sertifikasi dan keahlian tambahan menjadi krusial sebelum mereka terjun ke pasar kerja.

Salah satu program konkret yang dirancang adalah pembentukan migrant class, yakni kelas vokasi khusus di lingkungan Undana. Kelas ini akan menitikberatkan pada pelatihan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin, sebagai bekal calon pekerja yang ingin mengakses pasar kerja luar negeri secara resmi.

Kepala BPKS Undana Yefry C. Adoe menyatakan kampus siap mendukung program tersebut dengan mengoptimalkan fasilitas yang sudah dimiliki. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri, melainkan membangun keterampilan tambahan di luar gelar akademik. Undana sebelumnya telah menjalankan program bantuan sertifikasi bagi mahasiswa, dan program itu akan diperkuat lewat sinergi dengan BP3MI.

Tak hanya soal pelatihan dan kurikulum, fasilitas fisik Undana pun diproyeksikan ikut berperan dalam proses penempatan pekerja migran. Rumah Sakit Undana direncanakan menjadi fasilitas pemeriksaan kesehatan, sementara unit psikologi kampus dapat dimanfaatkan untuk asesmen psikologis calon pekerja migran.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan merampungkan nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama teknis sebagai landasan pelaksanaan seluruh program. Migrant class ditargetkan sudah dapat dibuka pada gelombang pendaftaran berikutnya.

Tag: Undana, BP3MI NTT, pekerja migran, pendidikan vokasi, pasar kerja global