Antrean BBM Lumpuhkan Aktivitas Kota: Sekolah di Makassar Beralih ke Daring, ASN Kerja dari Rumah
2026-09-14 17:05 WIB · aindari · 👁 476 dibaca

Krisis antrean bahan bakar minyak di Makassar memaksa jenjang TK hingga SMP menghentikan pembelajaran tatap muka sementara, sementara aparatur sipil negara diperintahkan bekerja dari rumah.
Dampak krisis antrean bahan bakar minyak (BBM) di Makassar meluas hingga ke sektor pendidikan. Sekolah-sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama di kota tersebut terpaksa beralih ke pembelajaran daring menyusul situasi yang mengganggu mobilitas warga secara luas.
Tidak hanya dunia pendidikan, sektor pemerintahan pun ikut terdampak. Aparatur sipil negara (ASN) di Makassar diberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai respons atas kondisi antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas sehari-hari.
Merespons situasi ini, Gubernur Sulawesi Selatan menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengevaluasi persoalan antrean BBM yang terjadi. Dalam rapat tersebut, gubernur meminta Pertamina melakukan analisis terhadap kebutuhan tambahan kuota BBM guna mengatasi kelangkaan yang memicu panjangnya antrean di berbagai SPBU.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan antrean BBM di Makassar mulai terurai, namun persoalan baru disebut bermunculan seiring penanganan yang terus berjalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis BBM di kota tersebut belum sepenuhnya tuntas meski tekanan di lapangan mulai berkurang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut angkat bicara mengenai akar masalah antrean kendaraan di SPBU Makassar. Sementara itu, upaya penguraian krisis BBM dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pembentukan satuan tugas khusus dan penerapan sistem ganjil-genap untuk mengatur giliran pengisian bahan bakar.
Kebijakan pembelajaran daring dan WFH ini mencerminkan betapa jauh rantai dampak dari krisis pasokan BBM, yang tidak hanya menyentuh sektor transportasi tetapi juga mengganggu rutinitas pendidikan anak-anak dan operasional birokrasi pemerintahan. Orang tua murid dan tenaga pengajar harus beradaptasi dalam waktu singkat menghadapi perubahan sistem belajar yang mendadak.
Situasi di Makassar menjadi perhatian nasional dan mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga Pertamina, untuk berkoordinasi mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar pasokan BBM kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat pulih sepenuhnya.
Tag: BBM Makassar, Sekolah Daring, ASN WFH, Sulawesi Selatan, Krisis BBM