Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

DPD RI Dorong Pengembangan Pendidikan Maritim, Buka Peluang Kerja Sama dengan Universitas Korea

2026-09-14 17:12 WIB · aindari · 👁 460 dibaca

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan kebutuhan mendesak atas tenaga ahli maritim dan kelautan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi biru Indonesia.

Indonesia dinilai masih kekurangan sumber daya manusia yang terampil di sektor kelautan dan kemaritiman, padahal potensi ekonomi dari laut nusantara sangat besar. Hal itu disampaikan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin saat menerima kunjungan Rektor Korean Maritime and Ocean (KMO) University di ruang kerjanya, Senin (14/9).

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menyimpan kekayaan sumber daya alam laut yang mencakup industri perikanan, garam, hingga potensi penyimpanan karbon. Sultan menyebut kekayaan itu belum dimanfaatkan secara maksimal, salah satunya karena keterbatasan institusi pendidikan tinggi yang secara khusus bergerak di bidang kemaritiman dan kelautan dengan standar internasional.

Untuk itu, Sultan mendorong pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait agar mengembangkan perguruan tinggi khusus kemaritiman, serupa dengan KMO University. Meski Indonesia sudah memiliki beberapa sekolah tinggi ilmu pelayaran, menurutnya jumlah dan kapasitasnya belum memadai untuk mendukung program prioritas pemerintah di bidang perikanan, perkapalan, dan keamanan laut. Pemerintah daerah pun diminta turut berperan dengan mengirimkan pemuda-pemudi potensial untuk menempuh pendidikan di lembaga yang memiliki keunggulan di bidang tersebut.

Sultan sendiri merupakan alumni KMO University, sehingga ia menyambut kunjungan Rektor KMO University Prof. Dr. Ryoo Dong Keun dengan antusias. Ia menegaskan bahwa Indonesia berkepentingan besar untuk belajar sekaligus menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan maritim sekelas KMO University.

Dari pihak Korea, Rektor Ryoo menyatakan KMO University membuka pintu bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah secara gratis di universitas tersebut. Selain itu, tersedia pula program magang di berbagai perusahaan pelayaran Korea guna memperluas pengalaman kerja di sektor maritim. Ryoo mengakui bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, namun masih sedikit yang menekuni bidang kelautan dan kemaritiman secara serius.

KMO University juga menyatakan kesiapannya menjalin kerja sama kelembagaan dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan keilmuan maritim. Ryoo meminta dukungan Ketua DPD RI agar pemerintah Indonesia memberikan perhatian lebih pada masa depan ekonomi biru, dan menyebut kolaborasi kedua negara dalam mencetak SDM unggul maritim sebagai peluang yang saling menguntungkan.

Tag: pendidikan maritim, KMO University, DPD RI, ekonomi biru, SDM kelautan