Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

EPA Hapus Standar Emisi Pembangkit Fosil, Produksi Batu Bara Diprediksi Melonjak Sepuluh Kali Lipat

2026-09-16 07:01 WIB · aindari · 👁 643 dibaca

Regulator lingkungan AS secara resmi mencabut sebagian besar aturan emisi gas rumah kaca untuk pembangkit listrik berbahan bakar fosil, memicu kritik keras dari kelompok lingkungan dan ancaman gugatan hukum.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) pada Senin, 14 September, mengambil langkah besar dengan meresmikan pencabutan sebagian besar ketentuan dalam Standar Polusi Karbon 2024 yang mengatur emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Bersamaan dengan itu, EPA juga mengusulkan penghapusan seluruh sisa regulasi emisi serupa yang diwariskan dari era pemerintahan Obama dan Biden.

Menurut EPA, keputusan ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang pertama kali dilontarkan pada Juni 2025, yakni mencabut semua standar emisi gas rumah kaca untuk sektor ketenagalistrikan berdasarkan Pasal 111 Undang-Undang Udara Bersih. Badan itu berargumen bahwa regulasi yang ada selama ini membebani industri dengan biaya yang tidak sebanding dengan manfaat yang dihasilkan.

EPA mengklaim langkah ini berpotensi menghemat lebih dari 300 miliar dolar AS bagi rumah tangga Amerika, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi domestik seperti batu bara dan gas alam. Proyeksi yang disertakan bahkan menyebut produksi batu bara untuk kebutuhan ketenagalistrikan bisa meningkat lebih dari sepuluh kali lipat. Badan itu menegaskan bahwa pembangkit listrik nasional merupakan tulang punggung pasokan energi yang andal dan terjangkau, serta berkaitan erat dengan keamanan nasional dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Namun kebijakan ini langsung menuai penolakan dari kalangan ilmuwan iklim dan organisasi lingkungan, termasuk Sierra Club dan Natural Resources Defense Council. Mantan penasihat iklim nasional Gedung Putih, Gina McCarthy, menyatakan bahwa EPA secara hukum berkewajiban mengatur sumber-sumber polusi yang mengancam kesehatan publik, dan pembangkit listrik termasuk di antara penyumbang polusi terbesar di negara itu. McCarthy menegaskan bahwa para pemimpin di tingkat negara bagian dan daerah tidak akan berhenti memperjuangkan perlindungan iklim.

Kebijakan ini diprediksi tidak akan berjalan mulus. Para pengkritik memperkirakan pencabutan standar emisi tersebut akan segera menghadapi serangkaian gugatan hukum, mengingat perdebatan soal kewenangan EPA dalam meregulasi polutan iklim telah lama menjadi arena pertarungan hukum di Amerika Serikat. Langkah EPA kali ini dipandang sebagai salah satu kemunduran paling signifikan dalam agenda perlindungan iklim di tingkat federal dalam beberapa tahun terakhir.

Tag: EPA, emisi gas rumah kaca, pembangkit listrik, batu bara, kebijakan lingkungan AS