DSLNG Bawa Perspektif Industri ke Kampus Untad demi Cetak Tenaga Ahli Berwawasan NZE
2026-09-17 06:03 WIB · aindari · 👁 757 dibaca

Program DSLNG Goes to Campus di Universitas Tadulako mendorong mahasiswa teknik memahami keberlanjutan dan pengelolaan emisi dari sudut pandang operasional industri nyata.
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menggelar program DSLNG Goes to Campus (DGTC) di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, sebagai upaya mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri energi. Kegiatan ini menyasar mahasiswa Fakultas Teknik dari berbagai program studi dan berfokus pada pemahaman teknologi, keberlanjutan, serta pengelolaan lingkungan dalam konteks pencapaian Net Zero Emission (NZE).
Environment Analyst DSLNG, Dwi Fitri Lestari, menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini memberi nilai lebih dari sekadar transfer pengetahuan teknis. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bagaimana pertimbangan keberlanjutan masuk ke dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasional di industri, bukan hanya memenuhi standar kepatuhan regulasi. Industri kini dituntut aktif mencari peluang peningkatan kinerja lingkungan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Dwi menjelaskan, integrasi teknologi menjadi komponen penting dalam upaya menekan emisi di fasilitas pengolahan LNG. Dengan pemantauan dan optimalisasi proses secara teknologi, penggunaan energi dan sumber daya dapat dikelola lebih efisien. Ia menekankan bahwa perjalanan menuju NZE bukan agenda tunggal, melainkan membutuhkan sinergi antara penerapan teknologi, efisiensi energi, pengelolaan emisi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad, Sriyati Ramadhani, menyambut positif kembali digelarnya program DGTC di kampusnya. Ia menilai interaksi langsung antara mahasiswa dan pelaku industri membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana ilmu yang mereka pelajari diterapkan dalam kondisi operasional sesungguhnya — sebuah pengalaman yang sulit diperoleh hanya dari bangku kuliah.
Sesi diskusi interaktif menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, di mana mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar tantangan penerapan teknologi di lapangan, strategi perusahaan dalam menjalankan prinsip beyond compliance, serta langkah konkret yang bisa diambil sektor industri untuk mendukung target NZE. Antusiasme peserta mencerminkan kebutuhan nyata mahasiswa akan wawasan praktis yang relevan dengan arah industri ke depan.
Melalui DGTC, DSLNG memposisikan diri tidak hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga mitra pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Sulawesi Tengah. Program ini sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis dari dunia industri kepada kalangan akademik demi memperkuat kesiapan calon tenaga profesional menghadapi tantangan industri yang kian berorientasi pada keberlanjutan.
Tag: DSLNG, Net Zero Emission, Universitas Tadulako, kolaborasi industri kampus, keberlanjutan energi