KP2MI Incar Pasar Eropa dan Asia untuk Penempatan 350 Ribu PMI di 2026
2026-09-17 17:12 WIB · aindari · 👁 737 dibaca

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia memperluas target penempatan ke sejumlah negara Asia dan Eropa dengan mempertimbangkan stabilitas geopolitik dan kondisi ekonomi negara tujuan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperluas jangkauan penempatan tenaga kerja ke luar negeri, dengan membidik negara-negara di kawasan Asia dan Eropa yang dinilai memiliki kondisi geopolitik stabil dan pertumbuhan ekonomi yang baik. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut sejumlah negara prioritas untuk 2026, antara lain Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Turki. Di kawasan Eropa, KP2MI juga membuka peluang penempatan ke Bulgaria, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania. Menurut Mukhtarudin, negara-negara Eropa tersebut mulai membuka ruang bagi pekerja migran Indonesia, meski kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara berbeda-beda.
Pemilihan negara tujuan tidak dilakukan sembarangan. KP2MI menjadikan kondisi ekonomi dan stabilitas geopolitik sebagai dua variabel utama. Mukhtarudin menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi di suatu negara akan berdampak langsung pada sektor riil, yang pada akhirnya mendorong pengurangan tenaga kerja. Ia mencontohkan Jerman yang untuk sementara menunda penerimaan tenaga kerja perawat karena kondisi ekonominya sedang melemah — sebuah gambaran nyata bagaimana faktor ekonomi bisa menutup peluang kerja bagi PMI.
Dari sisi realisasi, KP2MI menargetkan penempatan 350 ribu pekerja migran sepanjang 2026. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 260 ribu orang telah berhasil ditempatkan, sehingga masih ada sekitar 90 ribu slot yang perlu dipenuhi hingga akhir tahun. Di sisi lain, sistem penempatan PMI mencatat sekitar 290 ribu lowongan kerja yang telah diverifikasi dan aktif per 15 September 2026. Namun, baru sekitar 25 persen dari lowongan tersebut yang dapat terisi.
Kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja domestik dan kompetensi yang dibutuhkan pasar luar negeri menjadi hambatan utama. Banyak lowongan yang mensyaratkan keahlian spesifik, sementara pasokan tenaga kerja dalam negeri belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi KP2MI dalam memaksimalkan penyerapan lowongan yang ada.
Untuk tahun 2027, KP2MI menetapkan target yang lebih terkonsentrasi dengan 140 ribu penempatan. Taiwan mendominasi dengan porsi 80 persen atau sekitar 112 ribu penempatan, diikuti Malaysia sebanyak 16 ribu dan Turki sekitar 4 ribu. Konsentrasi besar di Taiwan mencerminkan tingginya permintaan tenaga kerja dari negara tersebut sekaligus kepercayaan yang telah terbangun dalam hubungan penempatan bilateral kedua negara.
Tag: pekerja migran, KP2MI, penempatan PMI, pasar kerja, geopolitik