Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Enam Blok Migas Terjual di Lelang Tahap I 2026, Total Komitmen Capai 141,5 Juta Dolar AS

2026-09-18 06:04 WIB · aindari · 👁 569 dibaca

Kementerian ESDM menetapkan pemenang lelang enam wilayah kerja minyak dan gas bumi pada tahap pertama 2026, dengan nilai komitmen pasti gabungan melampaui 141 juta dolar AS.

Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan pemenang lelang enam wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) dalam putaran pertama tahun 2026. Pengumuman dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mencakup dua jalur lelang: penawaran langsung dan lelang reguler area studi ABT 2025.

Dari enam blok yang dilelang, nilai komitmen pasti seluruhnya mencapai 141,512 juta dolar AS, ditambah total bonus tanda tangan sebesar 1,6 juta dolar AS. Blok Natuna D-Alpha menjadi kontributor terbesar, dengan PT Nations Petroleum ditetapkan sebagai pemenang dan komitmen pasti senilai 103,309 juta dolar AS serta bonus tanda tangan 200 ribu dolar AS.

Untuk jalur penawaran langsung, WK Sapukala dimenangkan oleh Eni Indonesia Limited dengan komitmen pasti 8 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 200 ribu dolar AS. Sementara di jalur lelang reguler, WK Bengara II jatuh ke tangan Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited dengan komitmen 16,5 juta dolar AS dan bonus 300 ribu dolar AS. WK Rupat dimenangkan Cinda Energy (Hong Kong) Limited dengan komitmen 2,95 juta dolar AS dan bonus 300 ribu dolar AS.

Satu perusahaan lokal tampil menonjol: PT Timur Hijau Investama berhasil memenangkan dua blok sekaligus, yakni WK Pesut Mahakam dengan komitmen 7,403 juta dolar AS dan WK Puri senilai 3,35 juta dolar AS. Keduanya masing-masing disertai bonus tanda tangan 300 ribu dolar AS.

Bersamaan dengan pengumuman pemenang, Kementerian ESDM membuka lelang tahap II tahun 2026 yang mencakup delapan wilayah kerja baru: WK Jago, WK Mahesa, WK Rafflesia, WK Belibis, WK Talu, WK Manta, WK Palu, dan WK Leti Selatan. Penawaran tahap II ini diumumkan pada 17 September.

Di sisi lain, tiga blok yang ikut ditawarkan pada tahap I tidak berhasil mendapatkan pemenang, yaitu WK Rombebai, WK Maratua II, dan WK Jayapura. Ketiga blok tersebut akan dialihkan statusnya menjadi Wilayah Kerja Available dan ditawarkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil lelang tahap I ini mencerminkan minat investor asing maupun domestik terhadap sektor hulu migas Indonesia, meski sejumlah blok masih belum berhasil menarik peminat.

Tag: migas, lelang blok migas, ESDM, investasi energi, hulu migas