Palembang Sediakan Lahan untuk Sekolah Rakyat Berkapasitas 2.500 Siswa
2026-10-14 17:02 WIB · aindari · 👁 434 dibaca

Pemkot Palembang menyiapkan aset lahan TNI AU seluas 6,9 hektare untuk membangun Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyiapkan lahan seluas 6,9 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat pada 2026. Lahan tersebut merupakan aset milik TNI Angkatan Udara yang berada di kawasan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH). Penggunaannya disepakati melalui penandatanganan pernyataan bersama antara Pemkot Palembang dan TNI AU.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut pembangunan sekolah permanen itu akan segera memasuki tahap pelaksanaan. Menurut dia, kesepakatan pemanfaatan sementara lahan TNI AU menjadi penanda kerja sama antara pemerintah sipil dan militer di bidang pendidikan. Pemkot menilai kolaborasi tersebut dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia, selain menjalankan fungsi kelembagaan masing-masing.
Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah, yang termasuk Desil 1 dan 2. Sasaran program juga mencakup anak jalanan serta anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus. Fasilitas yang disiapkan akan menggabungkan ruang belajar modern dan asrama agar peserta didik memperoleh dukungan pendidikan yang lebih menyeluruh.
Berdasarkan rencana awal, bangunan sekolah akan memiliki empat lantai dan menampung hingga 1.000 siswa. Kapasitas itu ditargetkan bertambah menjadi 2.500 siswa pada 2027. Pemkot Palembang telah meminta Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait mengawal persiapan, termasuk koordinasi dengan TNI AU serta kementerian dan lembaga yang berwenang.
Kepala Biro Umum Kementerian Sosial Yadi Muchtar mengatakan pembangunan tersebut bermula dari usulan Pemkot Palembang yang mendapat tanggapan dari pemerintah pusat. Pekerjaan fisik akan dimulai setelah status lahan dipastikan tidak bermasalah dan seluruh administrasi terpenuhi. Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, proses tender ditargetkan dimulai pada 16 Oktober 2026.
Selain menyiapkan tahapan pembangunan, pemerintah daerah bertugas mendata serta menghimpun calon peserta didik. Langkah itu diperlukan agar anak-anak yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses ke sekolah tersebut. Komandan Lanud SMH Kolonel (Pnb) Asep Wahyu Wijaya menyatakan dukungan TNI AU merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kemensos, TNI AU, dan Pemkot Palembang berharap kerja sama tersebut berjalan sesuai tahapan serta membuka peluang lebih luas bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Tag: Sekolah Rakyat, Pendidikan, Palembang, TNI AU, Kementerian Sosial