Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Program Kemenag dan British Council Siapkan 6.000 Guru MI Hadapi Wajib Bahasa Inggris

2026-10-14 06:02 WIB · aindari · 👁 329 dibaca

Kolaborasi STEPS-CoP membangun pengembangan profesional guru secara berkelanjutan menjelang kewajiban Bahasa Inggris bagi siswa kelas III hingga VI pada 2027.

Kementerian Agama bersama British Council meluncurkan program penguatan pengajaran Bahasa Inggris untuk 6.000 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). Program tersebut disiapkan sebagai bagian dari langkah menghadapi kebijakan yang menjadikan Bahasa Inggris mata pelajaran wajib bagi siswa kelas III sampai kelas VI mulai 2027.

Inisiatif bernama Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP) diperkenalkan di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pengajaran Bahasa Inggris di MI diarahkan untuk membantu siswa mengakses pengetahuan internasional dan berkomunikasi di lingkungan global, sembari tetap mempertahankan nilai serta karakter madrasah.

STEPS-CoP tidak dirancang sebagai pelatihan satu kali. Program ini menggunakan pendekatan Community of Practice, yakni komunitas belajar yang memungkinkan guru mengembangkan kemampuan secara terus-menerus melalui kerja sama dengan rekan sejawat. Dalam komunitas tersebut, guru dapat membahas persoalan pembelajaran yang mereka temui, bertukar pengalaman, dan mempelajari metode yang telah berhasil diterapkan oleh pendidik lain.

Tahap awal program ditandai dengan Training of Trainers yang diikuti 68 pemimpin komunitas praktik. Peserta berasal dari perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pengawas madrasah, serta pusat pelatihan guru. Setelah pelatihan, para fasilitator itu akan menggerakkan komunitas belajar di 34 kabupaten dan kota.

Kemenag dan British Council juga menggunakan EnglishScore serta Self-Assessment Tool untuk memetakan kemampuan Bahasa Inggris dan kompetensi pedagogis guru. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan pengembangan profesional yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta. Pendekatan ini ditujukan untuk menghindari pola pelatihan seragam yang tidak selalu menjawab kondisi guru di lapangan.

Direktur British Council untuk Indonesia sekaligus Direktur Asia Tenggara Summer Xia menilai penguatan kapasitas guru dapat memperluas peluang bagi anak-anak pada masa depan. Direktur Asia Pasifik British Council Kate Joyce menambahkan bahwa kerja sama ini penting karena Indonesia memiliki lebih dari 26.800 MI. Kemenag turut mengajak pimpinan madrasah, orang tua, dan masyarakat membangun lingkungan yang mendukung pembelajaran Bahasa Inggris sejak usia dini. STEPS-CoP diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan lebih luas untuk memberdayakan guru madrasah secara bertahap di seluruh Indonesia.

Tag: Kementerian Agama, British Council, Madrasah Ibtidaiyah, Bahasa Inggris, STEPS-CoP