KJRI San Francisco Serukan Penguatan Peran Asia Tenggara di Ekonomi Global
2026-10-14 17:06 WIB · aindari · 👁 499 dibaca

Asia Tenggara dinilai perlu dipandang sebagai pusat strategis inovasi, pengetahuan, dan kolaborasi, bukan hanya pasar serta basis produksi.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco mendorong perubahan cara pandang dunia terhadap Asia Tenggara. Kawasan ini dinilai memiliki kapasitas untuk memainkan peran strategis dalam perekonomian global, melampaui citranya sebagai pasar konsumen dan lokasi manufaktur. Pandangan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Asia Tenggara di Panggung Dunia: Peluang di Kawasan yang Dinamis”.
Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana mengatakan potensi Asia Tenggara perlu memperoleh ruang yang lebih besar dalam tatanan global. Menurut dia, kawasan tersebut berada pada posisi yang penting di tengah perubahan ekonomi, teknologi, dan geopolitik dunia. Karena itu, penguatan perspektif mengenai Asia Tenggara menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama internasional.
Forum tersebut digelar KJRI San Francisco bersama Bay Area Council dan Bay Area Council Economic Institute. Kegiatan itu menghadirkan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai pembicara. San Francisco Bay Area dipilih karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat teknologi, investasi, dan inovasi dunia. Menurut Yohpy, lokasi itu strategis untuk memperkenalkan kapasitas Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan teknologi.
Dalam pembahasannya, Gita menekankan bahwa Asia Tenggara tidak semestinya dinilai hanya dari jumlah penduduknya sebagai konsumen atau dari perannya sebagai basis produksi global. Ia menyebut daya saing kawasan pada masa mendatang akan banyak dipengaruhi mutu sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan menciptakan pengetahuan, serta kekuatan inovasi. Gagasan tersebut juga menjadi bagian dari isi buku terbarunya, “What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”.
Gita turut mengangkat kontribusi talenta dan diaspora Indonesia dalam memperkuat keterhubungan dengan pusat-pusat inovasi dunia. Ia menggunakan sejumlah konsep, yakni brain gain, brain train, brain circulation, dan brain linkage, untuk menggambarkan berbagai bentuk penguatan kapasitas, pertukaran, perputaran, serta jejaring talenta Indonesia. Pembahasan forum juga mencakup kemajuan teknologi dan kecerdasan artifisial, keterkaitan teknologi dengan energi, investasi, serta pemanfaatan teknologi bagi pendidikan.
Bagi KJRI San Francisco, forum ini merupakan bagian dari diplomasi publik untuk memperluas jaringan Indonesia dengan kalangan bisnis, perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor teknologi di San Francisco Bay Area. Kegiatan tersebut membawa perspektif Indonesia dan Asia Tenggara ke salah satu pusat inovasi dunia. Selain memperluas kolaborasi, forum itu menegaskan bahwa kawasan tersebut berpeluang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut menghasilkan inovasi dan berkontribusi terhadap pembentukan masa depan global.
Tag: Asia Tenggara, KJRI San Francisco, inovasi, teknologi, diplomasi publik