Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Laporan: AS dan Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Gedung Putih Membantah

2026-10-14 09:00 WIB · aindari · 👁 306 dibaca

Pembahasan mengenai kemungkinan operasi terhadap Iran disebut berlangsung sebelum Donald Trump menyatakan tidak akan menyerang menjelang pemilu sela Amerika Serikat.

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan membahas kemungkinan melancarkan operasi besar baru terhadap Iran sebelum pemilihan umum di kedua negara. Laporan Axios pada Selasa (13/10), yang mengutip dua pejabat Amerika Serikat dan sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut, menyebut pembicaraan itu berlangsung sebelum Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak serangan terhadap Iran menjelang pemilu sela Kongres pada November.

Menurut laporan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan informasi intelijen mengenai dugaan upaya Iran membangun kembali program nuklirnya. Informasi tersebut mencakup kemungkinan pengoperasian fasilitas Pickaxe Mountain untuk kegiatan pengayaan uranium. Laporan itu tidak menjelaskan secara lebih rinci dasar intelijen yang disampaikan Netanyahu.

Gedung Putih membantah adanya pembicaraan tentang dimulainya kembali perang dengan Iran. Seorang pejabat menyatakan laporan tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa Trump telah menyingkirkan kemungkinan serangan sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada bulan depan. Bantahan itu muncul di tengah laporan mengenai persiapan militer yang masih berlangsung.

Sejumlah sumber mengatakan angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Israel tetap berada dalam status siaga. Kedua pihak disebut menyelesaikan persiapan untuk menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan Trump. Seorang pejabat AS menggambarkan posisi Trump belum tegas: presiden disebut meminta Netanyahu bersiap, tetapi tidak memberikan komitmen mengenai keputusan untuk menyerang.

Dukungan paling kuat terhadap opsi serangan baru, menurut laporan tersebut, datang dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pimpinan Komando Pusat AS atau CENTCOM. Sebaliknya, sebagian besar penasihat pemerintah Amerika Serikat disebut lebih memilih melanjutkan sanksi serta tekanan ekonomi terhadap Iran daripada mengambil langkah militer.

Laporan itu juga menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir telah memperingatkan Ketua Dewan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengenai kemungkinan dampak konflik terhadap agenda politik Israel. Jika pertempuran pecah dalam tiga pekan, serangan balasan rudal dari Iran berpotensi mendorong penundaan pemungutan suara Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Di jalur diplomatik, mediator Qatar masih menunggu tanggapan Iran atas usulan balasan terbaru dari Amerika Serikat. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada kepastian bahwa opsi militer akan dijalankan. Perkembangan ini menempatkan keputusan Trump, kesiapan militer kedua negara, serta respons Iran sebagai faktor penting yang dapat memengaruhi situasi berikutnya.

Tag: Donald Trump, Benjamin Netanyahu, Iran, Amerika Serikat, Israel