Palang Merah Internasional Peringatkan Eskalasi Timur Tengah Berpotensi Menghancurkan Kehidupan Puluhan Juta Orang
2026-10-14 06:01 WIB · aindari · 👁 743 dibaca

Presiden ICRC Mirjana Spoljaric mendesak seluruh pihak yang berkonflik untuk segera meredakan ketegangan dan melindungi warga sipil di tengah meningkatnya kekerasan di kawasan Timur Tengah.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengeluarkan peringatan keras bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah dapat membawa dampak katastrofik bagi puluhan juta warga sipil. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden ICRC Mirjana Spoljaric pada Selasa, yang menekankan bahwa penduduk sipil saat ini menanggung beban yang tidak sepantasnya akibat berbagai operasi militer di kawasan tersebut.
Spoljaric menyerukan agar langkah-langkah mendesak segera diambil guna menurunkan tensi dan mencegah dampak yang lebih parah terhadap populasi sipil. Menurutnya, infrastruktur sipil di berbagai wilayah Timur Tengah telah berulang kali menjadi target serangan, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang terus bertambah. Ia menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik memiliki kewajiban untuk membedakan secara tegas antara warga sipil, objek sipil, dan sasaran militer.
Salah satu titik api yang menjadi sorotan ICRC adalah situasi di Yaman. Di kota-kota seperti Aden dan Sanaa, jumlah korban tewas, gelombang pengungsi, serta kerusakan terhadap infrastruktur sipil terus meningkat pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. ICRC juga mencatat bahwa Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir turut mengalami kematian, korban luka, dan kehancuran yang menjadi bukti nyata betapa destruktifnya konflik ini bagi warga sipil.
Ketegangan antara gerakan Houthi dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas sejak pertengahan Juli, mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung selama sekitar empat tahun. Pecahnya kembali pertempuran ini dipicu oleh serangan Houthi terhadap kapal-kapal tanker milik Arab Saudi di perairan Laut Merah, yang dilakukan sebagai respons atas serangan militer terhadap Bandara Sanaa.
Houthi sendiri saat ini menguasai seluruh wilayah pesisir barat Laut Merah serta sejumlah kota strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Posisi geografis ini memberi kelompok tersebut kemampuan untuk mengganggu lalu lintas maritim internasional.
Imbauan ICRC ini mencerminkan kekhawatiran mendalam komunitas kemanusiaan internasional terhadap potensi eskalasi yang tidak terkendali. Dengan infrastruktur sipil yang terus hancur dan korban yang terus berjatuhan di kedua sisi konflik, lembaga kemanusiaan memandang bahwa jendela untuk mencegah krisis yang lebih besar semakin menyempit. Spoljaric menekankan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan objek sipil bukan sekadar pilihan moral, melainkan kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang berkonflik.
Tag: ICRC, Timur Tengah, Houthi, Yaman, konflik internasional