Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Dini Yuliani Wafat, Purwakarta Kehilangan Sosok Pendamping Bupati Om Zein

2026-07-18 17:13 WIB · aindari · 👁 555 dibaca

Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, meninggal dunia di RSUD Bayu Asih dan dimakamkan di Desa Salem.

Kabar duka datang dari Purwakarta setelah Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, meninggal dunia pada Selasa (28/10) sekitar pukul 03.10 WIB. Almarhumah wafat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dan kemudian dimakamkan di TPU Kampung Genggereng, Desa Salem.

Kepergian Dini Yuliani menjadi perhatian publik setelah sejumlah tokoh menyampaikan belasungkawa. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengabarkan duka itu melalui akun Instagram resminya, @dedimulyadi71. Ia mengajak masyarakat mendoakan almarhumah serta menyampaikan dukungan bagi Om Zein dan keluarga agar diberi kekuatan.

Semasa hidup, Dini dikenal sebagai figur yang dekat dengan kegiatan publik di Purwakarta. Ia tidak hanya hadir sebagai istri kepala daerah, tetapi juga kerap mendampingi agenda pemerintahan dan aktivitas sosial. Sikapnya yang ramah, rendah hati, dan mudah berbaur membuatnya dikenal oleh warga serta sejumlah tokoh daerah di Jawa Barat.

Nama Dini semakin banyak mendapat sorotan setelah suaminya dilantik sebagai Bupati Purwakarta pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030. Dalam periode itu, ia mengemban peran sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purwakarta. Melalui peran tersebut, ia ikut terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Sebelum mendampingi suaminya dalam tugas pemerintahan daerah, Dini juga pernah menjadi anggota DPRD Purwakarta periode 2019–2024. Selain berkiprah di ranah politik daerah, ia disebut memiliki pengalaman dalam dunia usaha, terutama pada bidang ritel dan kuliner. Latar belakang itu memperlihatkan kiprahnya di beberapa ruang publik sebelum dikenal luas sebagai pendamping bupati.

Keluarga menyampaikan bahwa Dini menjalani perawatan intensif dalam waktu yang cukup panjang, meski belum ada keterangan resmi mengenai penyakit yang dideritanya. Salah satu pesan terakhir yang ditinggalkan kepada Om Zein adalah agar tradisi tadarus setiap bulan Ramadhan di Purwakarta tetap diteruskan. Tradisi itu disebut telah berlangsung selama 12 tahun.

Dedi Mulyadi, yang hadir melayat dan mengikuti pemakaman, menggambarkan Dini sebagai pribadi yang tulus, setia, serta mengabdikan diri bagi keluarga. Bagi banyak warga Purwakarta, wafatnya Dini meninggalkan kehilangan tersendiri karena selama ini ia dipandang sebagai sosok yang hangat dan dekat dengan masyarakat.

Tag: Purwakarta, Dini Yuliani, Om Zein, Dedi Mulyadi, Daerah