Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

WhatsApp dan Pemerintah Siapkan Kelas Literasi Digital untuk Orang Tua

2026-10-16 17:07 WIB · aindari · 👁 664 dibaca

Program yang berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 ini menargetkan sekitar 179.000 orang tua di tiga kota.

WhatsApp bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta sejumlah organisasi masyarakat untuk menyelenggarakan kelas pengasuhan digital bagi orang tua. Program ini dirancang agar keluarga dapat mendampingi sekaligus memantau aktivitas remaja ketika menggunakan ruang digital, tanpa mengabaikan kebutuhan mereka atas keamanan dan privasi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 di Jakarta, Padang, dan Cirebon. Penyelenggara menargetkan sekitar 179.000 orang tua mengikuti atau memperoleh manfaat dari rangkaian edukasi tersebut. Materinya disusun untuk membantu orang tua memahami pola interaksi anak di internet serta menggunakan perangkat pendampingan secara tepat.

Pengembangan bahan ajar melibatkan Meta, WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, dan Kementerian Komunikasi dan Digital. Materi pembelajaran tersedia dalam bentuk modul, buku saku, video edukasi, dan permainan. Topik yang dibahas mencakup interaksi di ruang digital, jenis konten digital, risiko kecanduan, serta kesehatan mental.

Program ini juga meliputi pelatihan bagi para pelatih dan sesi pendampingan lanjutan. Sesi tersebut akan dipandu oleh Parent Champions atau orang tua penggerak. Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti menjelaskan bahwa modul dirancang berbasis praktik agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan keluarga. Ia menilai perlindungan anak di internet memerlukan kerja bersama antara regulator, perusahaan platform, dan keluarga.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyambut kolaborasi WhatsApp, ICT Watch, dan Keluarga Kita. Menurut dia, pendampingan serta literasi digital perlu terus diperkuat supaya anak tidak hanya memakai teknologi, tetapi juga tumbuh sebagai warga digital yang tangguh, beretika, dan mampu memanfaatkannya untuk masa depan.

Dalam kelas tersebut, orang tua juga diperkenalkan pada fitur kontrol orang tua di WhatsApp. Fitur opsional ini memungkinkan pengaturan privasi dan batasan penggunaan tanpa memberi akses kepada orang tua untuk membaca percakapan pribadi remaja. Pengguna dapat menentukan pihak yang boleh menambahkan remaja ke grup, mengatur notifikasi aktivitas grup dan Saluran WhatsApp, serta memilih Saluran yang dapat diikuti. Pengaturan lain mencakup izin bagi remaja untuk membuat Saluran, visibilitas Status, dan pembatasan interaksi dengan Meta AI. Seluruh pengaturan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, sehingga pendampingan tetap berjalan sambil memberi remaja ruang untuk menjaga privasi.

Tag: pendidikan, literasi digital, pengasuhan digital, perlindungan anak, WhatsApp