Operasi Penyemaian Es Kering 2,4 Ton Dilakukan BNPB untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatera Selatan
2026-10-17 17:04 WIB · aindari · 👁 479 dibaca
Selama dua hari berturut-turut, BNPB menjalankan modifikasi cuaca menggunakan dry ice guna memulihkan jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelar operasi modifikasi cuaca pada 15 hingga 16 Oktober 2026. Dalam dua hari pelaksanaan, sebanyak 2,4 ton es kering atau dry ice disebarkan melalui tiga sorti penerbangan dengan akumulasi waktu terbang sekitar 7 jam 3 menit. Pesawat yang digunakan merupakan armada milik BNPB yang diberangkatkan dari Bandar Udara Raden Inten II di Bandar Lampung.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menerangkan bahwa keputusan ini diambil setelah pekatnya asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut dinilai memerlukan intervensi cepat agar situasi tidak semakin memburuk.
Pada sorti pertama yang berlangsung dari pagi hingga siang hari, tim menyebarkan 800 kilogram dry ice di kawasan sekitar bandara Palembang. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa jarak pandang yang semula hanya 1.000 meter pada pukul 13.00 WIB berangsur membaik menjadi kisaran 1.500 hingga 2.000 meter dalam beberapa jam setelahnya.
Setelah sorti kedua dan ketiga dilaksanakan, peningkatan jarak pandang terus berlanjut. Angka visibility tercatat stabil di 2.800 meter, kemudian naik hingga mencapai 3.000 meter dan bertahan pada level tersebut sampai pukul 20.30 WIB. Perbaikan kondisi ini dinilai cukup memadai untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di bandara tersebut.
Secara prinsip, Berton menjelaskan bahwa penyemaian dry ice bertujuan memengaruhi struktur lapisan inversi di atmosfer — suatu kondisi di mana udara pada lapisan atas bersuhu lebih hangat dibandingkan lapisan bawahnya. Dengan melemahkan kestabilan lapisan inversi tersebut, partikel asap yang terperangkap di dekat permukaan diharapkan dapat terlepas ke atas sehingga jarak pandang meningkat secara signifikan.
Meskipun hasil awal menunjukkan tren positif, Berton menegaskan bahwa efektivitas metode dry ice ini belum bisa disimpulkan secara pasti. Masih diperlukan pengkajian dan penelitian lebih lanjut untuk membedakan seberapa besar kontribusi penyemaian es kering dibandingkan faktor meteorologis alami lainnya dalam memperbaiki kualitas udara dan jarak pandang. Kehati-hatian dalam menarik kesimpulan ini penting agar langkah mitigasi ke depan dapat didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat.
Tag: BNPB, karhutla Sumatera Selatan, modifikasi cuaca, dry ice, kabut asap