Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

BNPB Evaluasi Es Kering untuk Mendukung Penanganan Karhutla

2026-10-18 17:03 WIB · aindari · 👁 737 dibaca

Teknologi es kering telah diuji dua kali di Sumatera Selatan dan masih dikaji sebelum kemungkinan diterapkan di wilayah lain.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai penggunaan es kering atau dry ice sebagai bagian dari upaya menangani kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kajian itu dilakukan setelah teknologi tersebut dicoba dalam operasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari komandan satuan tugas operasi karhutla mengenai langkah-langkah yang dijalankan di Sumatera Selatan. Laporan itu menjadi bahan penilaian untuk memastikan strategi penanganan kebakaran berlangsung efektif dan mampu merespons kondisi secara cepat serta tepat.

Teknologi es kering tersebut diuji untuk membantu operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sesuai arahan Presiden. Dalam penerapannya, penggunaan es kering diarahkan untuk mendukung terbentuknya hujan. Curah hujan yang muncul diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran dan mendukung proses pemadaman.

BNPB mencatat uji coba teknologi itu telah dilakukan sebanyak dua kali di Sumatera Selatan. Namun, hasil pengujian belum menjadi dasar keputusan penerapan secara luas. Evaluasi lanjutan masih diperlukan untuk mengukur seberapa efektif es kering membantu memicu hujan dan mendukung operasi penanganan karhutla.

Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk menggunakan teknologi serupa di daerah lain yang membutuhkan dukungan. Penerapan lebih luas akan bergantung pada penilaian terhadap manfaat teknologi dan kebutuhan biaya. Jika dinilai efektif dan tidak membutuhkan anggaran besar, teknologi itu berpotensi dipertimbangkan untuk digunakan di berbagai wilayah Indonesia.

Kristomei juga menekankan bahwa teknologi dan operasi pemadaman tidak dapat menjadi satu-satunya tumpuan. Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta perusahaan yang memegang konsesi lahan. Koordinasi antarpihak diperlukan karena kebakaran akan sulit ditangani secara optimal apabila pembakaran lahan masih berlangsung.

BNPB memandang penanganan karhutla sebagai tanggung jawab bersama karena dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh pihak. Dengan demikian, evaluasi terhadap es kering berjalan beriringan dengan penguatan pencegahan dan kerja sama lintas sektor. Keputusan mengenai penerapan teknologi itu di daerah lain akan ditentukan setelah penilaian terhadap hasil uji coba di Sumatera Selatan selesai.

Tag: karhutla, BNPB, es kering, modifikasi cuaca, Sumatera Selatan