Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Umum

PLN Batam Bantah Pemadaman Batam-Bintan Berkaitan dengan Data Center

2026-10-19 06:01 WIB · aindari · 👁 501 dibaca

PLN Batam menyatakan gangguan listrik pada Senin (12/10) bukan akibat pengujian pusat data dan memastikan kapasitas pasokan masih mencukupi.

PT PLN Batam, Kepulauan Riau, membantah informasi yang mengaitkan pemadaman listrik di Batam dan Bintan pada Senin (12/10) dengan pengujian operasional pusat data. Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan gangguan yang meluas di dua wilayah tersebut tidak berhubungan dengan proses pengetesan atau commissioning data center.

Menurut Kwin, pusat data yang sedang berkembang di Batam belum diperkirakan beroperasi secara penuh dalam waktu dekat. Jika mulai berjalan, tingkat operasionalnya diperkirakan masih berada di bawah 10 persen dari kapasitas keseluruhan. Karena itu, ia menilai informasi mengenai kebutuhan daya besar untuk pengujian data center tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

PLN Batam menyatakan kebutuhan energi bagi industri pusat data telah diperhitungkan dalam perencanaan sistem kelistrikan. Perusahaan itu juga memastikan belum mengalami defisit atau kekurangan pasokan. Saat ini, kapasitas daya yang tersedia mencapai 930 megawatt (MW), sedangkan beban penggunaan listrik berada di sekitar 780 MW. Dengan kondisi tersebut, cadangan daya disebut masih mendekati 20 persen.

Kwin mengatakan kebutuhan listrik Batam terus meningkat dan pertumbuhannya telah melampaui 15 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang disebut berada pada kisaran 3-4 persen. PLN Batam menargetkan kapasitas pasokan meningkat hingga lebih dari 1.000 MW untuk mengikuti kenaikan beban.

Dalam perencanaannya, kapasitas pasokan listrik Batam ditargetkan mencapai sekitar 1.200-1.300 MW pada akhir 2027. PLN Batam memperkirakan beban listrik pada rentang 2027-2032 bertambah sekitar 300-400 MW, atau tumbuh sekitar 30 persen. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan pembangkit listrik tenaga surya baru.

Selain menambah pembangkit, PLN Batam merencanakan penggunaan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mendukung sistem kelistrikan Batam-Bintan. Sistem penyimpanan berbasis baterai itu dinilai dapat merespons kebutuhan daya lebih cepat dibandingkan pembangkit konvensional, termasuk pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara, yang memerlukan waktu lebih lama untuk kembali beroperasi setelah berhenti.

Penambahan pembangkit dan BESS diarahkan untuk mengantisipasi pertumbuhan konsumsi listrik sekaligus memperkuat cadangan daya di Batam dan Bintan. PLN Batam menyatakan kesiapan pasokan tetap menjadi bagian dari perencanaan, termasuk untuk mendukung perkembangan pusat data di wilayah tersebut.

Tag: PLN Batam, pemadaman listrik, data center, Batam-Bintan, BESS