Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Langkah Sederhana Menekan Risiko Hipertensi sejak Dini

2026-07-18 17:19 WIB · aindari · 👁 497 dibaca

Tekanan darah tinggi kerap tidak bergejala, tetapi dapat dicegah dan dikendalikan melalui pemeriksaan rutin serta perubahan gaya hidup.

Hipertensi perlu diwaspadai karena sering tidak disadari sampai muncul gangguan serius. Penyakit tidak menular ini berkaitan dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena gejalanya kerap tidak tampak, tekanan darah tinggi dikenal sebagai kondisi yang dapat membahayakan secara diam-diam.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut sekitar 1,4 miliar orang di dunia hidup dengan hipertensi. Banyak penderita belum mengetahui kondisinya, sehingga pengukuran tekanan darah secara berkala menjadi langkah awal yang penting. Deteksi dini membantu seseorang mengambil tindakan sebelum komplikasi berkembang.

Pencegahan dapat dimulai dari pengaturan pola makan. Konsumsi garam perlu dibatasi karena asupan natrium berlebihan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan tekanan darah. WHO menganjurkan garam tidak lebih dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Makanan instan, kudapan asin, dan produk olahan tinggi natrium sebaiknya dikurangi. Sebaliknya, buah dan sayur perlu lebih sering dikonsumsi karena mengandung kalium, serat, vitamin, dan antioksidan yang mendukung kesehatan pembuluh darah serta membantu menjaga keseimbangan natrium.

Aktivitas fisik juga berperan besar dalam menjaga tekanan darah. Olahraga teratur membantu jantung bekerja lebih efisien saat memompa darah. WHO merekomendasikan sedikitnya 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap pekan, disertai latihan penguatan otot minimal dua kali seminggu. Kebiasaan ini juga membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Berat badan berlebih dan obesitas meningkatkan peluang seseorang mengalami hipertensi. Penurunan berat badan secara bertahap melalui makanan sehat dan olahraga dapat membantu mengendalikan tekanan darah serta menurunkan risiko penyakit jantung. Upaya ini perlu dilakukan konsisten, bukan dengan cara cepat yang sulit dipertahankan.

Faktor gaya hidup lain juga perlu diperhatikan. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah, sehingga berhenti merokok menjadi langkah penting untuk melindungi jantung dan sistem peredaran darah. Konsumsi alkohol berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. WHO menyarankan pembatasan, bahkan penghindaran alkohol, sebagai bagian dari pencegahan hipertensi dan penyakit tidak menular lain.

Pengelolaan stres melengkapi upaya pencegahan. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi tekanan darah, sehingga istirahat cukup, relaksasi, meditasi, ibadah, atau aktivitas menyenangkan dapat membantu menjaga kestabilan tubuh. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. WHO menegaskan banyak kasus hipertensi dapat dicegah atau dikendalikan lewat gaya hidup sehat, sementara pasien yang sudah terdiagnosis tetap perlu mengikuti pengobatan dokter agar risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal dapat ditekan.

Tag: hipertensi, tekanan darah, gaya hidup sehat, penyakit jantung, WHO