Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Festival Indonesia di Melbourne Hadirkan Budaya Nusantara dan Produk UMKM

2026-10-26 06:02 WIB · aindari · 👁 943 dibaca

KJRI Melbourne mempertemukan warga Australia dengan kesenian, kuliner, kerajinan, serta layanan perlindungan bagi WNI melalui Festival Indonesia 2026.

Lebih dari 6.000 orang menghadiri Festival Indonesia 2026 di Federation Square, Melbourne, Australia, Sabtu (24/10). Kegiatan yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne itu mengenalkan ragam seni, makanan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia kepada masyarakat setempat.

Mengusung tema “Discover Your Neighbour’s Endless Wonders”, festival tersebut mengajak warga Australia melihat Indonesia sebagai negara tetangga dengan kekayaan budaya yang beragam. Konsul Jenderal RI di Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo menyebut acara itu sebagai program pengenalan langsung, sehingga pengunjung dapat berinteraksi dengan unsur budaya Indonesia tanpa perlu meninggalkan Melbourne.

Pertunjukan yang disajikan mencakup Tari Kecak, Reog, pencak silat, angklung, serta paduan suara yang membawakan lagu-lagu Nusantara. Pengunjung juga dapat menyaksikan permainan tradisional anak dan kegiatan membatik. Rangkaian acara itu dirancang agar masyarakat tidak hanya melihat pertunjukan, tetapi ikut merasakan pengalaman budaya Indonesia.

Festival turut menghadirkan makanan dari berbagai daerah. Sate, bakso, pempek, rendang, dan beragam jajanan pasar menjadi bagian dari sajian kuliner. Enam stan UMKM menjual produk Indonesia, termasuk kain tenun Tanimbar dari Maluku serta kerajinan yang berasal dari Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut telah berlangsung selama 13 tahun melalui kerja sama KJRI Melbourne dan Indonesia Inc. Chairperson Festival Indonesia Inc. Celyanda Goeltom mengatakan pertumbuhan acara itu ditopang kolaborasi berbagai komunitas Indonesia di Victoria. Menurutnya, festival ingin memperkenalkan Indonesia bukan hanya sebagai tujuan wisata, melainkan sebagai negara tetangga dengan kekayaan budaya yang luas.

Selain promosi budaya dan produk usaha, KJRI Melbourne menggunakan festival untuk memperkenalkan layanan bagi WNI. Salah satunya Kami Ada, situs dua bahasa di kamiada.org yang meningkatkan kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga di kalangan warga Indonesia di Australia. Anggota Dewan Kota Melbourne Gladys Liu mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap langkah serupa mendorong komunitas multikultural lain di Australia.

Hubungan pariwisata kedua negara juga menjadi konteks penyelenggaraan festival. Sekitar 1,78 juta perjalanan wisatawan Australia ke Indonesia tercatat sepanjang 2025–2026, dengan Bali sebagai tujuan utama. Data BPS Provinsi Bali menempatkan Australia sebagai sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi provinsi itu pada tahun lalu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mendorong peningkatan kunjungan ke destinasi di luar Bali, termasuk melalui tambahan penerbangan langsung regional antara kota-kota Indonesia dan Australia.

Tag: Festival Indonesia, Melbourne, budaya Nusantara, UMKM, pariwisata