Karangetang Mengalami Tiga Letusan, Guguran Lava Menjangkau Empat Sektor
2026-10-26 21:30 WIB · aindari · 👁 694 dibaca
Aktivitas Gunung Karangetang masih berstatus Waspada setelah tiga letusan dan puluhan guguran lava terpantau dalam satu periode pengamatan.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara mengalami tiga letusan dalam periode pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) pada Minggu (25/10). Erupsi berasal dari kawah utara dan menghasilkan kolom asap kelabu dengan ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.100 meter. Informasi itu disampaikan personel Pos PGA Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, di Manado, Senin.
Letusan pertama tercatat pada pukul 23:04 WITA. Dua letusan berikutnya berlangsung pada pukul 01:24 WITA dan 03:20 WITA. Selain erupsi, pengamatan juga menemukan guguran lava pijar yang bergerak sejauh 200 sampai 1.000 meter menuju sektor selatan, barat daya, barat, serta barat laut.
Guguran ke arah selatan tercatat sekitar 200-700 meter. Aliran menuju barat dan barat daya mengarah ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang dengan jarak luncur sekitar 700-1.000 meter. Sementara itu, guguran ke barat laut bergerak menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe sejauh sekitar 500-700 meter.
Pantauan kamera pengawas pada malam hari juga memperlihatkan sinar api di kawah selatan setinggi kurang lebih 5-30 meter. Di kawah utara, sinar api teramati sekitar 50-100 meter. Suara gemuruh dan dentuman turut terdengar hingga Pos PGA Karangetang.
Aktivitas kegempaan selama periode tersebut mencakup tiga gempa letusan, 86 gempa guguran, 133 gempa embusan, 30 tremor non-harmonik, dan 56 tremor harmonik. Pos PGA juga mencatat empat gempa hybrid atau fase banyak, tujuh gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, serta lima gempa tektonik jauh.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih mempertahankan status Gunung Karangetang pada Level II atau Waspada. Warga dan wisatawan diminta tidak mendekati atau mendaki gunung, serta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama di selatan. Larangan juga berlaku pada perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya hingga 2,5 kilometer.
Pos PGA mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran akibat tumpukan material lava lama yang belum stabil, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Warga di bantaran sungai yang berhulu dari Karangetang perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga kawasan pantai.
Tag: Gunung Karangetang, letusan gunung api, guguran lava, status Waspada, Sulawesi Utara