Pelatihan ANTARA Kalbar Dorong Mahasiswa Kritis Hadapi Arus Informasi
2026-10-31 17:03 WIB · aindari · 👁 657 dibaca
Mahasiswa dibekali kemampuan memeriksa sumber, menguji fakta, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab melalui Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026.
Kantor Berita ANTARA Biro Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 di Pontianak untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menyampaikan informasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-89 ANTARA. Materi pelatihan tidak hanya mencakup penulisan berita dan foto jurnalistik, tetapi juga proses mengumpulkan, memeriksa, mengolah, serta menyajikan informasi kepada publik.
Kepala Biro ANTARA Kalimantan Barat Andilala mengatakan mahasiswa punya peran penting dalam kehidupan sosial. Selain menguasai keilmuan sesuai program studi, mereka perlu mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar dengan sudut pandang kritis. Keterampilan jurnalistik dinilai dapat membantu mahasiswa menyusun gagasan berdasarkan data, sekaligus membedakan informasi faktual dari pendapat.
Kebutuhan terhadap kemampuan tersebut semakin besar seiring cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, pesan berantai, video, dan berbagai platform digital. Sebagian informasi yang beredar belum tentu benar, utuh, atau memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara menelusuri sumber, menguji kebenaran isi, dan melihat konteks suatu peristiwa sebelum menyebarkannya.
Dalam praktiknya, jurnalistik tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan atau jumlah perhatian publik. Akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan masyarakat tetap menjadi dasar. Kemampuan ini dapat digunakan dalam kegiatan organisasi kampus, penelitian, pengelolaan media mahasiswa, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Pada kegiatan tersebut, ANTARA juga memperkenalkan sejarah lembaga yang berdiri pada 13 Desember 1937. Kantor berita itu didirikan Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena pada masa penjajahan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berpihak pada kepentingan bangsa. Salah satu catatan penting dalam perjalanannya ialah penyebaran berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 ke berbagai wilayah dan dunia internasional.
Sejarah itu menunjukkan bahwa informasi dapat berperan dalam perjuangan, perubahan, dan pembentukan kesadaran masyarakat. ANTARA berharap mahasiswa Kalimantan Barat ikut mendokumentasikan potensi serta persoalan daerah, termasuk bidang ekonomi, budaya, pendidikan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Pelatihan ini diharapkan menjadi ruang untuk mengasah penulisan berita dan foto jurnalistik sekaligus membangun karakter generasi muda yang kritis dan berintegritas. Kegiatan tersebut mendapat dukungan Astra Motor Kalbar, Alfamart, Aming Coffee, dan mitra lainnya.
Tag: Pendidikan, Jurnalistik, Mahasiswa, Literasi informasi, Kalimantan Barat