Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

TKA SMA Sempat Terkendala Server, Kemendikdasmen Buka Kesempatan Ujian Ulang

2026-11-02 17:02 WIB · aindari · 👁 479 dibaca

Kemendikdasmen menilai TKA gelombang pertama tetap kredibel setelah gangguan teknis ditangani dan peserta terdampak diberi akses sesi susulan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMA, SMK, dan jenjang sederajat pada gelombang pertama tetap berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan ini disampaikan setelah pelaksanaan ujian sempat menghadapi masalah pada server pusat.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan kementerian menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026 sebagai tindak lanjut gangguan pada hari kedua. Aturan tersebut memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk mengadakan sesi ulang bagi peserta yang terdampak.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Erni Mawarni menjelaskan gangguan terjadi pada sesi pertama hari kedua dan berdampak pada seluruh jenjang. Namun, pelaksanaan pada hari ketiga dan keempat dipantau berjalan aman. Selama masalah berlangsung, dinas berkoordinasi dengan sekolah melalui tim teknis wilayah dan proktor untuk menangani kendala serta mengevaluasi pelaksanaan.

Sekolah juga diminta menjaga ketenangan peserta dan mencegah munculnya informasi yang tidak terverifikasi. Erni menyampaikan bahwa siswa yang terkena dampak tidak akan kehilangan kesempatan mengikuti asesmen karena tersedia ujian susulan. Orang tua diminta mendampingi anak tanpa memberi tekanan serta mengikuti informasi dari sekolah, dinas pendidikan, dan Kemendikdasmen.

Menurut Erni, sekolah-sekolah di Jakarta telah menyiapkan perangkat, koneksi internet, dan jadwal ujian. Namun, kesiapan teknis harus berjalan bersama kecukupan tenaga pelaksana, administrasi yang tertib, dan kejujuran peserta. Ia menilai hasil TKA hanya bermanfaat bila menggambarkan kemampuan siswa secara nyata. Karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus meminta sekolah menyampaikan pesan tentang integritas hingga seluruh ujian berakhir.

Komitmen serupa terlihat di SMAN 6 Bone, Sulawesi Selatan. Kepala sekolah Amdar mengatakan fasilitas laboratorium telah dioptimalkan dan gladi bersih selesai dilakukan. Sosialisasi juga diberikan kepada guru, siswa, dan orang tua. Sekolah membekali proktor, teknisi, serta pengawas dengan pemahaman mengenai batas tugas dan prosedur masing-masing agar pelaksanaan sisa asesmen berlangsung tanpa rekayasa. Amdar menilai data TKA diperlukan untuk memperbaiki pembelajaran dan menyusun kebijakan sekolah; data yang tidak jujur berisiko mengarahkan perbaikan pendidikan ke sasaran yang keliru.

Tag: TKA, Kemendikdasmen, pendidikan menengah, integritas ujian, ujian susulan