Taman Baca Seribu Mimpi Kembali Berdenyut di Jayapura
2026-11-03 17:02 WIB · aindari · 👁 960 dibaca
TEP ITB dan Kementerian Transmigrasi menghidupkan kembali fasilitas literasi di Kampung Ongan Jaya dengan lebih dari 4.000 buku.
Taman Baca Masyarakat Seribu Mimpi di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, kembali digunakan sebagai ruang membaca, belajar, dan berkegiatan di luar sekolah. Fasilitas tersebut dihidupkan melalui kerja sama Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (TEP ITB) dan Kementerian Transmigrasi. Peresmian berlangsung pada 23 Oktober 2026 dengan koleksi lebih dari 4.000 buku.
Revitalisasi ini menyasar anak-anak dan masyarakat di kawasan transmigrasi. Ketua Tim 9 Ekspedisi Patriot ITB Aulia Arfida Paramita menyebut taman baca bukan hanya tempat membaca, melainkan sarana untuk memperluas kesempatan belajar dan mendukung perkembangan warga. Fasilitas itu diharapkan membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan serta potensi mereka melalui kegiatan literasi.
Bangunan tersebut sebelumnya bernama Rumah Pintar Hati Papua dan mulai beroperasi pada 2017. Setelah berhenti beraktivitas selama beberapa tahun, fasilitas itu direnovasi Tim 9 Ekspedisi Patriot ITB bersama masyarakat setempat selama sekitar dua bulan. Hasilnya berupa ruang baca dengan koleksi buku dan lukisan dinding edukatif. Pengembangan TBM Seribu Mimpi juga menjadi bagian riset TEP ITB mengenai inovasi layanan pendidikan berbasis partisipasi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Lereh.
Keberlanjutan pengelolaan disiapkan melalui pelibatan pemuda-pemudi Kampung Ongan Jaya sebagai pengurus. Mereka mendapat pembekalan tentang pengelolaan komunitas literasi. Pemerintah kampung turut mendukung dengan menetapkan bangunan tersebut sebagai aset kampung. TEP ITB dan Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Jayapura juga mengajukan pendaftaran TBM Seribu Mimpi kepada Perpustakaan Nasional.
Dukungan koleksi datang dari komunitas literasi Bandung lewat kampanye donasi “1.000 Buku untuk Taman Baca Lereh”. Kampanye yang melibatkan Howl Library and Creative Space serta Aliansi Perpustakaan Independen Bandung itu menghimpun sekitar 314 buku dari masyarakat hingga 23 Oktober 2026. Peresmian turut didukung Dinas Perpustakaan Kabupaten Jayapura, Balai Bahasa Papua, TP-PKK, Bank Indonesia, dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Papua melalui Mobil Literasi (SiMoLi), yang menghadirkan dongeng interaktif serta hiburan edukatif.
Kehadiran taman baca disambut siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Yapsi Fransiskus Moa. Ia menilai tempat tersebut nyaman untuk membaca dan berkumpul bersama teman. Guru PAUD Suwarti mengatakan fasilitas yang sebelumnya terbengkalai kini menyediakan kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak Yapsi. Pada September 2026, TEP ITB juga mendampingi 39 guru sekolah dasar dari lima sekolah di Distrik Yapsi dalam penggunaan papan interaktif digital untuk pembelajaran. Rangkaian kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat akses dan mutu pendidikan di kawasan transmigrasi.
Tag: Pendidikan, Literasi, Papua, ITB, Kawasan Transmigrasi