Kemdiktisaintek Dorong Kampus Ukur Keunggulan dari Dampak bagi Masyarakat
2026-11-04 17:06 WIB · aindari · 👁 617 dibaca
Peringkat global dinilai penting sebagai modal reputasi, tetapi perguruan tinggi harus membuktikannya melalui manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Badri Munir Sukoco meminta perguruan tinggi tidak menjadikan peringkat dan reputasi global sebagai tujuan akhir. Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, ia menilai capaian tersebut harus dipakai sebagai modal untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan.
Menurut Badri, pemeringkatan selama ini banyak mengandalkan produktivitas penelitian, jumlah sitasi, serta reputasi institusi di lingkungan akademik. Berbagai ukuran itu tetap penting untuk menunjukkan mutu dan daya saing perguruan tinggi di tingkat dunia. Namun, hasil pemeringkatan perlu diteruskan menjadi kontribusi yang dapat dirasakan di luar lingkungan kampus.
Ia menyebut pengakuan global semestinya mendorong perguruan tinggi mengambil tanggung jawab lebih besar dalam kemajuan sosial. Semakin tinggi perkembangan dan reputasi sebuah institusi, semakin besar pula tuntutan agar institusi itu membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Dengan demikian, peringkat berfungsi sebagai dasar kredibilitas untuk memimpin, bukan sekadar penghargaan administratif.
Badri juga menekankan pentingnya orientasi tujuan dalam pendidikan tinggi. Kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi perlu memiliki arah yang jelas serta menjawab kebutuhan publik. Penguatan kompetensi teknologi, kata dia, harus berjalan bersama pengembangan nilai kemanusiaan, kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan empati.
Generasi mendatang tidak cukup hanya menguasai cara mengembangkan teknologi. Mereka juga perlu memahami penggunaan teknologi agar memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan dan terpinggirkan. Karena itu, inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada prestasi akademik, melainkan berkembang menjadi solusi bagi masalah nyata.
Dampak tersebut dapat terlihat melalui dukungan kepada petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan menghadapi perubahan iklim. Contoh lain berupa penerapan teknologi energi bersih hasil pengembangan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan kota-kota di sekitar kampus. Kontribusi kampus juga diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan menjaga lingkungan.
Untuk mencapai tujuan itu, Badri mengajak seluruh pemangku kepentingan menempatkan mahasiswa serta talenta masa depan sebagai pusat kerja sama. Kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, dan industri lintas negara perlu diarahkan pada pembangunan masa depan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan bersama dan menghasilkan manfaat berkelanjutan.
Tag: pendidikan tinggi, pemeringkatan kampus, Kemdiktisaintek, inovasi, dampak sosial