Aksi Protes Biaya Hidup di Prancis Diperkirakan Libatkan 780.000 Orang
2026-11-05 18:01 WIB · aindari · 👁 982 dibaca
Gelombang demonstrasi pada Kamis akan mempertemukan pekerja, pelajar, pensiunan, dan anggota Gerakan Rompi Kuning di tengah pengamanan besar-besaran.
Sekitar 780.000 orang diperkirakan turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis pada Kamis untuk memprotes mahalnya biaya hidup. Aksi ini membawa tuntutan kenaikan upah serta kebijakan yang dinilai dapat memperkuat daya beli masyarakat.
Perkiraan kelompok serikat pekerja menyebut 500.000 hingga 700.000 peserta akan berdemonstrasi di luar Paris. Di ibu kota, jumlah peserta diperkirakan berada pada kisaran 40.000 sampai 80.000 orang. Pekerja, pegawai negeri, pensiunan, dan anggota Gerakan Rompi Kuning diprediksi bergabung dengan siswa sekolah menengah serta mahasiswa.
Mobilisasi mahasiswa telah berlangsung sejak pertengahan September. Rangkaian aksi itu sebelumnya juga diwarnai penahanan hampir 5.000 orang setelah demonstrasi pelajar. Meski demikian, organisasi pekerja dan pelajar tetap menyiapkan aksi lanjutan pada Kamis.
Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar 70.000 polisi dan personel gendarmerie untuk menjaga demonstrasi. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan pada Rabu bahwa skema pengamanan akan mengikuti pola yang digunakan dalam aksi pada Sabtu, 31 Oktober. Aparat menyiapkan 26 kendaraan lapis baja, sekitar 15 kendaraan penyemprot air, helikopter, pesawat nirawak, serta unit khusus BRI, RAID, dan GIGN.
Menurut Nunez, pengerahan tersebut bertujuan menyediakan jalur demonstrasi yang lebih aman dan menjauhkan massa dari titik-titik sensitif, terutama di pusat kota. Di Paris, pengadilan administratif menyetujui rute yang diajukan kepolisian, dari Place de la Republique ke Place de la Nation. Keputusan itu keluar setelah penyelenggara mengajukan keberatan terhadap rute tersebut.
Serikat pekerja dan organisasi pelajar sebelumnya menginginkan jalur dari Place de la Bastille menuju Place de la Concorde, yang berada dekat gedung Majelis Nasional. Kepolisian menolak rute itu karena menilai ketegangan sosial dan risiko kerusuhan meningkat setelah demonstrasi di ibu kota pada 17 Oktober.
Mogok kerja yang menyertai aksi berpotensi mengganggu transportasi nasional. Operator kereta SNCF memperkirakan gangguan sedang hingga berat pada kereta regional dan sejumlah jalur komuter di sekitar Paris. Kereta jarak jauh diprediksi relatif lebih lancar, tetapi sekitar satu dari 10 layanan cepat TGV diperkirakan batal.
Tag: Prancis, demonstrasi, biaya hidup, serikat pekerja, transportasi