Pemerintah Siapkan Cadangan Jagung untuk Jaga Pasokan Pakan Peternak
2026-11-06 06:08 WIB · aindari · 👁 1,2rb dibaca
Kementerian Pertanian menghubungkan petani, koperasi, Bulog, dan peternak dalam skema penyimpanan jagung untuk menghadapi keterbatasan pasokan serta tekanan harga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan pola pasok jagung yang menghubungkan petani, koperasi, Perum Bulog, dan peternak. Skema ini ditujukan untuk menjaga bahan baku pakan sekaligus memberi perlindungan lebih besar kepada pelaku usaha peternakan dari perubahan harga dan pasokan.
Saat berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, Amran menyampaikan bahwa rancangan tersebut menjadi tindak lanjut atas aspirasi lebih dari seribu perwakilan peternak dari berbagai daerah. Para perwakilan sebelumnya datang ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Pemerintah kemudian menyusun pendekatan yang mencakup rantai usaha dari produksi hingga penyerapan hasil.
Dalam pelaksanaannya, petani jagung akan terhubung dengan koperasi dan peternak sebagai pembeli hasil produksi. Ketika panen melebihi kebutuhan, Bulog akan menyerap jagung tersebut. Komoditas itu selanjutnya disimpan menggunakan mekanisme resi gudang sehingga dapat menjadi persediaan untuk masa pasokan terbatas.
Cadangan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan peternak ketika memasuki periode paceklik, terutama pada September, Oktober, dan November. Dengan pola ini, hasil panen berlebih tidak langsung menekan harga di tingkat petani, sementara peternak memiliki akses terhadap jagung ketika ketersediaan mulai menurun. Pemerintah menyebut model tersebut sebagai bagian dari pembangunan ekosistem peternakan yang berkesinambungan.
Koperasi ditempatkan sebagai penghubung kebutuhan peternak dan produksi petani. Amran menegaskan koperasi yang sudah beroperasi tidak perlu dibubarkan atau diganti. Penguatan akan diarahkan agar lembaga tersebut mampu menjalankan fungsi koordinasi dalam rantai pasok jagung dan mendukung kepastian pasar bagi petani.
Selain jagung, Kementan menyoroti tata niaga telur. Amran menyebut harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan, sedangkan harga yang dibayar konsumen masih tinggi. Pemerintah berencana mengawal agar harga yang diterima peternak sesuai ketentuan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti pembelian yang dinilai tidak sesuai.
Menurut Amran, perlindungan terhadap petani dan peternak penting karena sektor tersebut menjadi sumber penghidupan sekitar 160 juta masyarakat Indonesia. Integrasi produksi, pengadaan oleh Bulog, penyimpanan melalui resi gudang, dan penguatan koperasi diharapkan memberi pasar yang lebih pasti bagi petani serta menjaga ketersediaan pakan bagi peternak. Skema itu juga berpotensi mengurangi tekanan usaha akibat perubahan pasokan dan harga.
Tag: jagung, peternak, Bulog, koperasi, pertanian