Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

APTRI Minta Pemerintah Menahan Kuota Impor Gula Mentah 2027

2026-11-07 17:06 WIB · aindari · 👁 831 dibaca

Asosiasi petani menilai pasokan gula konsumsi nasional masih aman meski produksi 2026 belum mencapai sasaran swasembada.

Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta pemerintah tidak menaikkan kuota impor gula kristal mentah pada 2027. Organisasi tersebut menilai produksi gula konsumsi nasional pada 2026 masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga tambahan pasokan dari luar negeri belum diperlukan.

Ketua DPN APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan pemerintah sebaiknya mempertahankan kebijakan impor gula rafinasi pada tingkat yang berlaku saat ini. Menurut dia, keputusan untuk menambah alokasi impor perlu mempertimbangkan kondisi pasokan domestik, bukan hanya proyeksi kenaikan kebutuhan.

APTRI mengakui produksi tahun ini belum memenuhi target swasembada yang ditetapkan pemerintah. Namun, ketersediaan gula untuk konsumsi dalam negeri disebut tetap aman. Data produksi final belum dapat ditentukan karena sejumlah pabrik masih menjalankan proses giling tebu. APTRI memilih menunggu seluruh pabrik menyelesaikan musim giling dan pemerintah menerbitkan angka resmi produksi nasional.

Soemitro meminta narasi mengenai potensi kekurangan gula tidak langsung dijadikan dasar untuk membuka keran impor lebih lebar. Ia menilai pasokan yang tersedia perlu dibaca secara menyeluruh sebelum pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk tahun berikutnya.

Kondisi pasar gula pada 2026 juga dinilai membaik dibandingkan 2025. Pada tahun sebelumnya, petani menghadapi kesulitan menjual gula sejak awal musim giling. Tahun ini, permintaan meningkat dan harga lelang gula petani terus menguat. APTRI menyebut harga tersebut termasuk yang tertinggi sejak gula petani mulai dipasarkan melalui mekanisme pasar pada 1998. Perbaikan harga memberi tambahan pendapatan sekaligus mendorong petani mempertahankan dan mengembangkan usaha tebu.

Menurut APTRI, kenaikan harga gula masih berada pada tingkat wajar dan belum memicu gejolak di konsumen. Harga gula juga masih lebih rendah daripada beras premium, sehingga daya beli masyarakat disebut tetap terjaga. Perbaikan pasar ini menjadi modal untuk meningkatkan minat petani menanam tebu pada musim berikutnya. APTRI turut menilai penyerapan gula yang kuat mengindikasikan peredaran Gula Kristal Rafinasi di pasar konsumsi dapat ditekan. Jika rembesan besar, organisasi itu menilai harga gula petani tidak akan menguat seperti sekarang.

Tag: gula, tebu, impor, APTRI, pertanian