Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi: Jalur Digital 50 Kilometer yang Menyatukan Batam dan Singapura

2026-07-21 06:01 WIB · aindari · 👁 944 dibaca

Infrastruktur kabel bawah laut sepanjang 50 kilometer antara Nongsa di Batam dan Changi di Singapura ditargetkan beroperasi akhir September, memperkuat posisi Batam sebagai gerbang ekonomi digital ASEAN.

Batam segera terhubung langsung dengan Singapura melalui jalur kabel bawah laut sepanjang sekitar 50 kilometer yang membentang dari kawasan Nongsa di Batam menuju Changi di Singapura. Proyek yang dikenal sebagai Nongsa-Changi Cable (NCC) ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September mendatang, menandai babak baru konektivitas digital antara Indonesia dan negara tetangga tersebut.

Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperkuat fondasi digital nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan proyek ini di hadapan pihak Singapura, sekaligus menunjukkan besarnya arus investasi yang masuk ke Indonesia. Keberadaan kabel bawah laut ini dinilai strategis karena menjadi penopang langsung bagi ekosistem pusat data yang tengah berkembang pesat di Batam.

Industri pusat data di Batam sendiri mencatat pertumbuhan yang signifikan. Menurut data yang disampaikan Airlangga, sektor ini tumbuh sekitar 22 persen per tahun. Angka tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan penyimpanan dan pengolahan data di kawasan yang secara geografis sangat dekat dengan Singapura, salah satu hub teknologi terbesar di Asia Tenggara.

Dengan beroperasinya NCC, Batam diproyeksikan semakin kokoh sebagai gerbang utama ekonomi digital ASEAN. Konektivitas langsung berkecepatan tinggi ke Singapura akan menjadi daya tarik tambahan bagi investor yang ingin membangun fasilitas pusat data maupun layanan digital lainnya di wilayah tersebut. Kedekatan fisik dan digital sekaligus memberikan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi kawasan lain di Indonesia.

Proyek kabel bawah laut ini juga menjadi simbol penguatan infrastruktur digital Indonesia secara keseluruhan. Di tengah persaingan regional untuk menarik investasi teknologi, langkah membangun koneksi fisik berskala besar seperti NCC menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berbasis digital. Batam, yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas, kini bertransformasi menjadi simpul penting dalam jaringan data regional.

Keberhasilan proyek ini berpotensi membuka peluang lebih luas bagi kolaborasi digital antara Indonesia dan Singapura, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital Asia Tenggara. Dengan target operasional yang tinggal beberapa bulan lagi, perhatian kini tertuju pada kesiapan infrastruktur pendukung di darat agar manfaat konektivitas baru ini dapat dirasakan secara optimal.

Tag: kabel bawah laut, Nongsa-Changi, Batam, pusat data, ekonomi digital ASEAN