Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Dua Kementerian Bergerak Cepat Perbaiki Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

2026-07-21 17:07 WIB · aindari · 👁 491 dibaca

Kemensos dan Kementerian PKP mempercepat program bedah rumah bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat, dengan target 10 ribu unit tahun ini.

Dua kementerian — Sosial dan Perumahan dan Kawasan Permukiman — sepakat mempererat kerja sama demi mempercepat realisasi program perbaikan rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Kesepakatan ini disampaikan di Jakarta pada Selasa dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memadukan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam satu kerangka pengentasan kemiskinan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak berdiri sendiri sebagai program pendidikan. Sementara anak-anak dari keluarga miskin mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, orang tua mereka didorong untuk mendapat berbagai intervensi, mulai dari pemberdayaan ekonomi, jaminan kesehatan, hingga renovasi tempat tinggal.

Untuk tahun ini, kuota perbaikan rumah yang dialokasikan bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat mencapai 10 ribu unit. Namun dari sekitar dua ribu rumah yang sudah melewati proses verifikasi, hanya 911 yang dinyatakan memenuhi syarat. Artinya, lebih dari separuh rumah yang diverifikasi gugur dalam seleksi administrasi.

Gus Ipul mengidentifikasi dua hambatan utama. Pertama, banyak calon penerima tidak dapat membuktikan kepemilikan tanah secara formal. Kedua, ketentuan yang mensyaratkan sejumlah minimum penerima manfaat dalam satu desa membuat keluarga yang tinggal terisolasi atau hanya satu-satunya di suatu wilayah otomatis tidak lolos, meski kondisi rumah mereka sangat layak untuk diperbaiki.

Untuk mengatasi hambatan itu, Gus Ipul mengusulkan dua penyesuaian aturan. Soal kepemilikan tanah, ia menyarankan agar surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan sudah cukup sebagai bukti. Sementara soal jumlah penerima per desa, ia mendorong agar syarat minimum itu dihapus, sehingga satu keluarga pun di sebuah desa tetap bisa mendapat manfaat program. Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat dipilih melalui penjangkauan, bukan seleksi akademik, sehingga mereka yang terjangkau itulah yang benar-benar berada di lapisan ekonomi paling bawah.

Menurut Menteri PKP Maruarar Sirait, usulan tersebut disambut positif. Ia menyatakan kementeriannya akan segera berkoordinasi dan menindaklanjuti saran-saran dari Gus Ipul agar program renovasi rumah bisa segera berjalan, khususnya bagi keluarga yang anaknya terdaftar di Sekolah Rakyat. Maruarar menegaskan dukungannya dengan merujuk pada arahan Presiden Prabowo yang menempatkan Sekolah Rakyat sebagai program unggulan dan strategis pemerintah.

Tag: Sekolah Rakyat, bedah rumah, Kemensos, kemiskinan, pendidikan