Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Piala Presiden 2026 Jadi Strategi Pemkab Bandung Dongkrak Ekonomi Lokal dan Promosi Wisata

2026-07-25 17:08 WIB · aindari · 👁 687 dibaca

Babak grup Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat diharapkan menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Bandung kepada suporter dari berbagai daerah dan mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Bandung menaruh harapan besar pada pelaksanaan fase grup Piala Presiden 2026 sebagai momentum untuk mendorong perputaran ekonomi di wilayahnya. Turnamen pra-musim yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat itu dinilai mampu memberi dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menjadi ajang promosi pariwisata daerah.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyampaikan bahwa kehadiran Persib Bandung sebagai tuan rumah di Grup A bersama Arema FC, Tampines Rovers FC dari Singapura, dan DPMM FC asal Brunei Darussalam membuka peluang datangnya ribuan suporter dari luar daerah maupun luar negeri. Menurutnya, arus pengunjung tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Bandung kepada para pendukung tim tamu, dengan harapan mereka tertarik kembali berkunjung di lain waktu.

Stadion Si Jalak Harupat yang berkapasitas sekitar 27.000 penonton menjadi pusat aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung. Merujuk pada penyelenggaraan Piala Presiden 2025, sebanyak 110 UMKM difasilitasi untuk berjualan di kawasan stadion. Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi transaksi yang bisa tercipta di dalam dan sekitar venue pertandingan.

Dampak ekonomi tidak hanya terbatas di area stadion. Kedatangan suporter dari berbagai daerah juga berpotensi menggerakkan sektor lain, mulai dari pedagang kuliner, penjual atribut tim, penyedia jasa transportasi, hingga tempat-tempat wisata yang dikunjungi sebelum atau sesudah pertandingan. Seluruh rantai ekonomi ini diharapkan turut menikmati peningkatan omzet selama ajang berlangsung.

Optimisme Pemkab Bandung ditopang oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung yang mencatat pengeluaran konsumsi rumah tangga pada 2025 mencapai sekitar Rp141,17 triliun. Angka ini merupakan komponen terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bandung dengan kontribusi 57,4 persen. Dominasi konsumsi sebagai penggerak ekonomi daerah memperkuat argumen bahwa ajang olahraga berskala nasional seperti Piala Presiden berpotensi meningkatkan perputaran uang di berbagai sektor.

Ali Syakieb menegaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap Piala Presiden 2026 sangat tinggi. Ia menilai semangat tersebut merupakan modal penting untuk mendongkrak pendapatan pelaku UMKM. Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, turnamen ini diposisikan sebagai sarana strategis agar suporter tim tamu mengenal potensi wisata Kabupaten Bandung dan terdorong untuk datang kembali sebagai wisatawan di kemudian hari.

Tag: Piala Presiden 2026, Kabupaten Bandung, UMKM, Stadion Si Jalak Harupat, pariwisata daerah