Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Umum

Dua Jurnalis ANTARA Raih Penghargaan di Kompetisi Jurnalistik Pena Petrofin 2026

2026-07-30 06:06 WIB · aindari · 👁 882 dibaca

Nur Suhra Wardyah dan Siri Anton dari LKBN ANTARA berhasil menonjol di antara 262 karya yang masuk dalam ajang jurnalistik tahunan PT Elnusa Petrofin.

Dua jurnalis dari LKBN ANTARA keluar sebagai pemenang dalam kompetisi jurnalistik Pena Petrofin Award 2026 yang diselenggarakan PT Elnusa Petrofin di Jakarta, Rabu. Nur Suhra Wardyah dari Biro Sulawesi Selatan dan Siri Anton dari Biro Jambi keduanya berhasil menembus babak final bersama delapan peserta lain dari dua kategori yang diperlombakan.

Nur Suhra Wardyah meraih juara pertama kategori energy for the nation melalui karya bertajuk "Kisah AMT Rudi uji nyali kirim BBM ke pelosok negeri". Sementara Siri Anton menduduki posisi kelima pada kategori energy for life dengan karya "Deru mesin nelayan Kampung Laut bergantung pada roda-roda mobil tangki EPN". Ini bukan kali pertama nama ANTARA muncul di ajang ini — pada penyelenggaraan 2025, dua jurnalis ANTARA juga masuk sebagai finalis, termasuk Siri Anton yang kembali tampil tahun ini.

Ajang yang baru memasuki tahun kedua ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. Sebanyak 262 karya jurnalistik masuk dalam seleksi tahun ini, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya menerima 109 karya. Senior Manager Human Capital Elnusa Petrofin, Dian Indra Bintoro, menyebut angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata dari tumbuhnya kolaborasi antara perusahaan dan kalangan media dalam membangun kesadaran publik.

Proses penjurian dilakukan sekitar sebulan sebelum malam penganugerahan, melibatkan tiga juri: pengurus Dewan Pers Muhammad Jazuli, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asosiasi Media Siber Indonesia Ismoko Wijaya, serta Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo. Jazuli mengakui proses seleksi berlangsung alot karena tingginya kualitas karya yang masuk. Penilaian tidak berhenti pada kelengkapan unsur berita dasar, melainkan mencakup penggunaan bahasa, kedalaman materi, alur cerita, hingga kekuatan unsur humanis dalam setiap tulisan.

Jazuli, yang juga menjabat Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers, menyatakan jarang menemukan karya jurnalistik berkualitas seperti yang dilombakan dalam ajang ini. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Elnusa Petrofin dan berharap kompetisi ini terus digelar di tahun-tahun mendatang. Dian Indra menambahkan bahwa tujuan utama ajang ini bukan semata penghargaan, melainkan mendorong jurnalis untuk terus memproduksi karya yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Tag: Pena Petrofin Award, LKBN ANTARA, jurnalistik, Elnusa Petrofin, kompetisi media