Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

FCC Blokir Impor Robot Humanoid dan Inverter Daya, China Ancam Balas

2026-07-30 17:03 WIB · aindari · 👁 580 dibaca

Amerika Serikat resmi melarang impor robot humanoid, robot anjing, dan inverter daya dengan alasan keamanan nasional, memicu respons keras dari Beijing.

Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat mengumumkan larangan impor terhadap sejumlah produk teknologi pada 28 Juli, mencakup robot humanoid, robot berbentuk anjing, serta inverter daya. Kebijakan ini didasarkan pada penilaian bahwa perangkat buatan luar negeri berpotensi dikendalikan dari jarak jauh, dimanfaatkan untuk kegiatan pengawasan oleh pemerintah asing, atau dijadikan alat serangan siber.

Dalam pengumumannya, FCC membuka ruang pengecualian apabila suatu perangkat terbukti tidak membawa risiko terhadap keamanan nasional. Namun tanpa pengecualian tersebut, seluruh produk dalam kategori yang disebutkan tidak dapat masuk ke pasar Amerika Serikat.

Robot humanoid menjadi salah satu fokus utama larangan ini. Teknologi tersebut masih berada dalam fase pengembangan awal, meski pengirimannya secara global sudah mencapai sekitar 15 ribu unit sepanjang 2025. Dua produsen terbesar yang mendominasi pengiriman global berasal dari China, sehingga kebijakan ini diperkirakan berdampak signifikan terhadap industri robotik Tiongkok.

Inverter daya turut masuk dalam daftar larangan. Perangkat ini lazim digunakan di rumah tangga Amerika untuk menghubungkan panel surya atau sumber energi terbarukan lain ke jaringan listrik umum. FCC menegaskan bahwa larangan hanya berlaku untuk produk baru — perangkat dan instalasi yang sudah terpasang di rumah-rumah tidak terdampak kebijakan ini.

Langkah pemerintahan Presiden Donald Trump ini merupakan bagian dari pola kebijakan yang lebih luas. Sebelumnya, Washington telah memberlakukan pembatasan terhadap aplikasi TikTok, router konsumen buatan luar negeri, serta produsen peralatan pengawasan asal China, Hikvision dan Dahua. Pemerintah AS selama ini menuding Tiongkok secara aktif meretas perusahaan-perusahaan Amerika untuk mencuri data dan mempersiapkan serangan siber di masa depan.

Beijing merespons dengan nada keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa negaranya siap mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi kepentingan bisnis Tiongkok, tanpa merinci bentuk konkret tindakan balasan tersebut. Pernyataan itu mencerminkan ketegangan dagang dan teknologi antara dua negara yang belum menunjukkan tanda mereda.

Dengan China menguasai sebagian besar pangsa pasar global untuk produk-produk yang kini dilarang, kebijakan FCC ini berpotensi mempercepat restrukturisasi rantai pasok teknologi global, sekaligus mendorong produsen untuk mempertimbangkan relokasi atau diversifikasi basis produksi mereka.

Tag: FCC, robot humanoid, inverter daya, keamanan nasional, China