Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Cedera Bayangi Mundurnya Jafar/Felisha dari Kejuaraan Dunia BWF 2026

2026-07-31 17:16 WIB · aindari · 👁 694 dibaca

Pasangan ganda campuran peringkat 13 dunia itu resmi menarik diri dari turnamen bergengsi di New Delhi, menyisakan dua wakil Indonesia di sektor tersebut.

Indonesia kehilangan salah satu andalan ganda campuran di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu resmi mengundurkan diri dari turnamen yang dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 17–23 Agustus. Nama keduanya tercatat keluar dari daftar peserta resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) per 29 Juli, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak mana pun mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Sebelum mundur dari Kejuaraan Dunia, pasangan peringkat ke-13 dunia ini sudah absen di dua turnamen sebelumnya, yakni Japan Open dan China Open 2026. Ketidakhadiran mereka di kedua ajang itu disebabkan cedera pergelangan kaki yang dialami Felisha saat sesi latihan. Kondisi Felisha belum pulih sepenuhnya bahkan ketika turnamen berlanjut ke China Open. Apakah cedera yang sama menjadi faktor mundurnya mereka dari Kejuaraan Dunia, belum dapat dipastikan.

Mundurnya Jafar/Felisha seharusnya membuka jalan bagi pasangan cadangan Dejan Ferdinansyah dan Bernadine Anindya Wardana untuk naik ke daftar utama. Namun, promosi tersebut tercatat ditolak pada tanggal yang sama, 29 Juli, tanpa penjelasan resmi. Situasi ini menjadi lebih kompleks karena Dejan dan Bernadine kini sudah tidak lagi berpasangan. Dejan kini berduet dengan Apriyani Rahayu, sementara Bernadine dipasangkan dengan Verrell Yustin Mulia — bagian dari penataan ulang skuad ganda campuran yang dilakukan PP PBSI.

Debut Dejan/Apriyani di Taipei Open 2026 pekan ini tidak berjalan mulus. Mereka langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah dua gim langsung, 19-21 dan 19-21, dari pasangan Jepang Haruki Kawabe/Kokona Ishikawa. Program pasangan baru ini akan dievaluasi setelah menjalani enam turnamen internasional.

Di tengah proses penataan ulang itu, PBSI juga mengakhiri kerja sama dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan Asisten Pelatih Amon Sunaryo. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa pergantian pelatih bukan semata-mata reaksi atas hasil jangka pendek, melainkan hasil evaluasi menyeluruh yang mencakup perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor menghadapi target besar ke depan. Sementara menunggu penunjukan kepala pelatih baru yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus, PBSI menjalankan program penggabungan latihan sektor utama dan pratama.

Dengan keluarnya Jafar/Felisha dan gagalnya Dejan/Bernadine masuk daftar utama, Indonesia hanya menempatkan dua pasangan ganda campuran di Kejuaraan Dunia BWF 2026, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Tag: Kejuaraan Dunia BWF 2026, Jafar Hidayatullah, Felisha Alberta, ganda campuran, PBSI