Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Klaim Tembak Jatuh Tiga F-35 AS di Yordania, Ketegangan Timur Tengah Kian Memuncak

2026-08-01 12:31 WIB · aindari · 👁 453 dibaca

Iran mengklaim rudal balistiknya berhasil menghancurkan tiga jet tempur F-35 milik Amerika Serikat yang berbasis di Yordania, di tengah serangkaian serangan yang disebut menyasar fasilitas militer AS di berbagai negara kawasan.

Iran mengklaim telah menghancurkan tiga pesawat tempur F-35 Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania menggunakan rudal balistik. Klaim ini menjadi salah satu pernyataan paling provokatif dari Teheran dalam rangkaian konfrontasi militer yang kian meluas di kawasan Timur Tengah.

Tidak hanya Yordania, Iran dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya disebut telah melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan. Fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait juga dilaporkan menjadi sasaran serangan lanjutan, menambah daftar panjang lokasi yang diklaim sebagai target operasi militer Iran dan sekutunya.

Dalam gambaran yang lebih luas, laporan menyebut sedikitnya sembilan negara di Timur Tengah telah menjadi arena serangan yang dikaitkan dengan Iran maupun kelompok Poros Perlawanan yang berada di bawah pengaruhnya. Korban di pihak Amerika dilaporkan mencapai 18 tentara tewas, sementara sejumlah alutsista canggih AS diklaim ikut hancur dalam berbagai insiden tersebut.

Eskalasi ini turut memantik reaksi keras dari dalam negeri Yordania sendiri. Warga di sana dilaporkan menggelar aksi protes dan mendesak pemerintah Amman untuk mengusir kehadiran pasukan Amerika Serikat dari tanah Yordania — tekanan domestik yang berpotensi mempersulit posisi diplomatik pemerintah setempat yang selama ini menjaga hubungan erat dengan Washington.

Sementara itu, kelompok-kelompok yang tergabung dalam Poros Perlawanan bentukan Iran disebut kembali aktif dan mulai mengarahkan perhatian ke Arab Saudi, menurut laporan yang beredar. Pergerakan ini menandai potensi perluasan front konflik yang sebelumnya sudah mencakup Irak, Suriah, Yaman, dan Lebanon.

Sejauh ini belum ada konfirmasi independen atas klaim-klaim Iran tersebut, termasuk soal kehancuran F-35 maupun jumlah korban yang disebutkan. Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah detail spesifik dari klaim Teheran. Situasi yang berkembang cepat ini membuat verifikasi lapangan menjadi sangat sulit dilakukan.

Rangkaian peristiwa ini menambah tekanan geopolitik di kawasan yang sudah sangat rentan, dan berpotensi memengaruhi stabilitas regional secara lebih luas — termasuk sentimen pasar energi global mengingat posisi strategis negara-negara yang terlibat sebagai produsen maupun jalur transit minyak dunia.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Timur Tengah, F-35, Poros Perlawanan