GKR Hemas Tekankan Pentingnya Budaya sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Generasi Muda
2026-08-01 17:13 WIB · aindari · 👁 606 dibaca

Wakil Ketua DPD RI asal DIY menegaskan bahwa pendidikan berbasis budaya bukan berarti mundur ke masa lalu, melainkan menjadi landasan menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
Dalam acara Musyawarah Nasional yang digelar dalam rangka Lustrum XIII atau peringatan 65 tahun SMP Negeri 1 Piyungan Yogyakarta pada Sabtu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Gusti Ratu Kanjeng Hemas menyampaikan pandangannya tentang peran sentral budaya dalam dunia pendidikan. Senator yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta itu menekankan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lampau, melainkan sumber nilai yang secara aktif membentuk watak dan kepribadian generasi muda.
Menurut GKR Hemas, Yogyakarta memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan menjadi modal sosial penting bagi proses pendidikan. Ia menyebut sejumlah nilai luhur seperti Hamemayu Hayuning Bawana, tepa selira, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama sebagai prinsip-prinsip yang harus terus ditanamkan kepada peserta didik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi bekal karakter yang tak kalah penting dibandingkan penguasaan ilmu pengetahuan.
GKR Hemas menegaskan bahwa menerapkan pendidikan berbasis budaya tidak berarti menolak kemajuan zaman. Sebaliknya, budaya justru harus dijadikan fondasi untuk menjawab tantangan masa depan. Ia mengingatkan bahwa era saat ini ditandai oleh perubahan yang sangat cepat, mulai dari revolusi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, hingga dinamika sosial yang terus bergeser. Dalam konteks itu, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kematangan karakter.
Dalam pandangannya, sekolah di era modern tidak bisa hanya berfokus menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Lembaga pendidikan juga bertanggung jawab mencetak individu yang memiliki integritas, empati, kreativitas, serta rasa cinta terhadap budaya dan tanah air. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter menjadi kunci menghadapi persaingan global.
GKR Hemas juga menyinggung upaya pemerintah dalam melakukan transformasi pendidikan melalui pendekatan berbasis data. Ia merujuk pada Rapor Pendidikan tahun data 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, pemerataan kualitas layanan pendidikan, serta peningkatan kapasitas guru masih menjadi agenda prioritas nasional.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kualitas pembelajaran di Indonesia masih perlu terus diperbaiki agar mampu melahirkan generasi yang unggul dan siap bersaing di kancah internasional. Peningkatan kemampuan literasi, pemerataan kualitas tenaga pengajar, dan penguasaan keterampilan menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.
Di penghujung sambutannya, GKR Hemas menekankan bahwa peran alumni turut menentukan keberhasilan cita-cita pendidikan. Keterlibatan para lulusan dalam mendukung dan memperkuat lembaga pendidikan tempat mereka pernah menimba ilmu dinilai penting untuk mewujudkan visi pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing.
Tag: pendidikan berbasis budaya, GKR Hemas, karakter generasi muda, literasi dan numerasi, DPD RI