Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Serangan Israel di Lebanon Selatan Picu Gelombang Seismik, Presiden Aoun Sebut Ancam Proses Diplomatik Jelang Pertemuan Roma

2026-08-01 18:01 WIB · aindari · 👁 808 dibaca

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam ledakan dahsyat akibat serangan Israel di dekat Kastel Beaufort yang memicu gelombang seismik setara gempa 3,8 magnitudo dan dinilai mengancam perundingan implementasi perjanjian kerangka kerja trilateral.

Ketegangan di Lebanon selatan kembali meningkat setelah serangan Israel pada Jumat dini hari (31/7) waktu setempat menghantam kawasan sekitar Kastel Beaufort, sebuah situs bersejarah yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO. Ledakan yang sangat besar itu tidak hanya merusak sejumlah rumah di sekitarnya, tetapi juga menimbulkan gelombang kejut yang terasa di hampir seluruh wilayah Lebanon selatan, menurut laporan National News Agency (NNA), kantor berita resmi negara tersebut.

Presiden Lebanon Joseph Aoun merespons keras insiden ini. Dalam pernyataan resminya, Aoun menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya yang secara langsung mengancam kelangsungan perjanjian kerangka kerja yang telah disepakati. Ia menekankan bahwa waktu terjadinya serangan sangat krusial karena berlangsung menjelang sesi perundingan di Roma yang dijadwalkan untuk membahas implementasi kerangka kerja trilateral.

Menurut Aoun, serangan yang terjadi pada momen tersebut mengirimkan sinyal negatif dan berpotensi merusak upaya-upaya internasional yang selama ini diarahkan untuk memperkuat stabilitas kawasan. Ia menilai bahwa tindakan militer Israel di saat proses diplomatik tengah berjalan merupakan pelanggaran nyata terhadap komitmen-komitmen yang telah ada sebelumnya.

Skala kehancuran yang ditimbulkan serangan ini terbilang luar biasa. Merujuk data Pusat Geofisika Nasional Lebanon, Aoun mengungkapkan bahwa ledakan di sekitar kastel tersebut menghasilkan gelombang seismik yang kekuatannya setara dengan gempa bumi bermagnitudo 3,8. Fakta ini menggambarkan betapa masifnya daya ledak yang digunakan dalam serangan tersebut.

Presiden Lebanon secara tegas mengutuk rangkaian serangan Israel yang terus berlanjut di wilayah selatan negaranya. Ia menyoroti bahwa sasaran serangan tidak hanya mencakup infrastruktur umum, tetapi juga menyasar situs-situs budaya bernilai tinggi seperti Kastel Beaufort. Kerusakan luas yang diakibatkan serangan-serangan ini, menurut Aoun, membahayakan keselamatan warga sipil dan mengancam keamanan desa-desa di seluruh kawasan Lebanon selatan.

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Israel dan Lebanon yang berpotensi menghambat jalur diplomasi. Pertemuan di Roma yang semestinya menjadi langkah maju dalam implementasi perjanjian kerangka kerja trilateral kini dibayangi ketidakpastian setelah eskalasi militer terbaru ini. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa jalan menuju stabilitas di kawasan tersebut masih menghadapi tantangan serius.

Tag: Lebanon, Israel, Kastel Beaufort, Joseph Aoun, perundingan Roma