Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Prancis Kerahkan Polisi dan Drone di Perbatasan Spanyol Respons Krisis Migran Ceuta

2026-08-02 06:05 WIB · aindari · 👁 873 dibaca

Presiden Macron memerintahkan pengetatan pengawasan perbatasan setelah puluhan ribu migran dari Maroko membanjiri wilayah kantong Spanyol, Ceuta.

Pemerintah Prancis mengambil langkah tegas dengan mengerahkan kekuatan keamanan tambahan di sepanjang perbatasannya dengan Spanyol. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan drastis jumlah migran yang menyeberang secara ilegal ke Ceuta, wilayah kantong Spanyol di pesisir utara Maroko.

Presiden Emmanuel Macron mengungkapkan pada Jumat (31/7) melalui platform media sosial X bahwa ia telah menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk meningkatkan pengawasan perbatasan dengan Spanyol. Macron menegaskan bahwa para migran yang masuk melalui Ceuta tidak memiliki hak kebebasan bergerak ke kawasan Schengen lainnya. Sebagai tindakan konkret, empat unit polisi keliling, pesawat, serta drone telah ditempatkan di wilayah perbatasan tersebut.

Krisis ini bermula ketika sekitar 60.000 migran asal Maroko menyeberang ke Ceuta secara ilegal dalam rentang beberapa hari terakhir, menurut data otoritas setempat. Mereka menggunakan jalur darat maupun laut untuk mencapai wilayah kantong Spanyol itu. Skala gelombang migrasi ini tergolong sangat besar dan memicu kekhawatiran di sejumlah negara Eropa.

Tragedi kemanusiaan turut mewarnai krisis ini. Surat kabar harian Spanyol El Pais melaporkan bahwa 57 migran kehilangan nyawa saat berupaya mencapai Ceuta dengan cara berenang. Angka korban jiwa ini menggambarkan betapa berbahayanya upaya penyeberangan yang ditempuh para migran dalam kondisi yang tidak aman.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol mengumumkan bahwa hingga Jumat sore waktu setempat, sekitar 48.000 dari total migran yang masuk telah meninggalkan Ceuta dan kembali ke Maroko. Artinya, ribuan migran masih berada di wilayah kantong tersebut dan menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas Spanyol dalam penanganan lebih lanjut.

Langkah Prancis memperketat perbatasan mencerminkan kekhawatiran bahwa arus migrasi besar-besaran di Ceuta berpotensi merembet ke negara-negara Eropa lain melalui jalur darat lintas Spanyol. Meskipun secara hukum migran di Ceuta tidak otomatis memperoleh akses ke zona Schengen, Macron memandang penguatan pengawasan tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi.

Krisis di Ceuta ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi Eropa dalam mengelola arus migrasi dari Afrika Utara. Dengan jumlah migran yang masuk dalam waktu singkat mencapai puluhan ribu orang, tekanan terhadap infrastruktur keamanan dan kemanusiaan di kawasan perbatasan selatan Eropa semakin meningkat.

Tag: migrasi Ceuta, Prancis perbatasan Spanyol, Emmanuel Macron, krisis migran Eropa, Schengen