Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Von der Leyen Dukung Pertemuan Darurat Menteri Dalam Negeri UE untuk Bahas Gelombang Migrasi di Ceuta

2026-08-02 06:12 WIB · aindari · 👁 925 dibaca

Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa mendesak digelarnya konferensi video darurat menyusul masuknya puluhan ribu migran secara ilegal ke enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara.

Krisis migrasi yang melanda Kota Ceuta, enklave Spanyol di pantai utara Afrika, mendorong Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan pertemuan darurat para menteri dalam negeri Uni Eropa. Dukungan tersebut disampaikan von der Leyen melalui platform X pada hari Sabtu, setelah ia menerima surat dari sejumlah pemimpin negara anggota.

Dalam pernyataannya, von der Leyen menegaskan bahwa ia menyambut baik seruan untuk menggelar konferensi video luar biasa guna mengevaluasi perkembangan situasi di Ceuta. Menurutnya, Uni Eropa perlu melakukan analisis mendalam terhadap kondisi terkini sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan kawasan Eropa secara keseluruhan.

Permintaan resmi untuk pertemuan darurat tersebut datang dari 22 negara anggota Uni Eropa. Mereka secara bersama-sama mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Eropa serta kepresidenan Irlandia di Dewan Uni Eropa, meminta agar segera diselenggarakan konferensi video yang melibatkan para menteri dalam negeri blok tersebut.

Ceuta merupakan wilayah yang memiliki posisi geografis unik dan strategis dalam konteks migrasi. Bersama dengan Melilla, kota ini membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan benua Afrika karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Maroko. Posisi ini menjadikan kedua enklave tersebut sebagai jalur utama yang kerap digunakan oleh para migran yang berupaya memasuki wilayah Uni Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta mengalami lonjakan arus masuk migran yang sangat signifikan. Otoritas Spanyol melaporkan bahwa puluhan ribu orang telah menyeberangi perbatasan secara ilegal dan tiba di wilayah enklave tersebut. Skala perpindahan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa.

Desakan untuk bertindak cepat tidak hanya datang dari level Komisi Eropa. Sebelumnya, Swedia dan Finlandia telah secara khusus mendesak Spanyol agar segera mengambil langkah konkret dalam menghadapi gelombang migrasi ini. Uni Eropa sendiri juga telah menyerukan pengetatan pengawasan perbatasan sebagai respons terhadap krisis yang tengah berlangsung.

Situasi di Ceuta kini menjadi ujian bagi solidaritas dan mekanisme respons kolektif Uni Eropa dalam menangani persoalan migrasi. Konferensi video darurat yang diusulkan diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah koordinatif untuk mengatasi krisis yang berkembang pesat di perbatasan selatan Eropa tersebut.

Tag: krisis migrasi Ceuta, Uni Eropa, Ursula von der Leyen, perbatasan Eropa-Afrika, konferensi darurat UE