Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Sediakan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
2026-08-02 17:11 WIB · aindari · 👁 947 dibaca

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemda memanfaatkan aset daerah yang belum terpakai sebagai lokasi Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kementerian Dalam Negeri tengah menggerakkan seluruh pemerintah daerah agar menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapat akses pendidikan berkualitas. Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa aset-aset milik daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan didorong untuk menjadi lokasi penyelenggaraan program ini.
Sekolah Rakyat secara khusus ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga desil satu dan desil dua, yakni sekitar 20 persen kelompok masyarakat termiskin di Indonesia. Tito menyatakan harapannya agar program ini membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga kehidupan mereka di masa depan bisa lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Dari segi desain, Sekolah Rakyat akan dibangun dengan standar seragam di seluruh Indonesia. Setiap sekolah akan dilengkapi fasilitas asrama, ruang kelas, ruang guru, serta lapangan olahraga. Keseragaman ini dimaksudkan agar kualitas pendidikan yang diterima siswa tidak berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Tito menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap nasib anak-anak yang belum mendapat kesempatan belajar secara memadai. Menurutnya, presiden memandang bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir bagi anak-anak terlantar, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tito menambahkan bahwa gagasan ini berakar dari pemahaman mendalam presiden terhadap cita-cita para pendiri bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri peletakan batu pertama proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Sabtu (1/8). Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyalurkan bantuan kepada guru dan siswa di lokasi tersebut.
Didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian, Mendagri menyerahkan 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat dan 88 botol minum isi ulang bagi para siswa. Secara simbolis, dua siswa juga menerima kartu tanda penduduk elektronik pemula. Tri turut mengajak para siswa untuk membiasakan penggunaan botol minum isi ulang guna mengurangi sampah plastik sekali pakai. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Tag: Sekolah Rakyat, Tito Karnavian, pendidikan, pemerintah daerah, Biak Numfor