Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Isyana: Sekolah Rakyat dan Garuda Jadi Kunci Putus Rantai Kemiskinan Keluarga

2026-07-30 17:15 WIB · aindari · 👁 371 dibaca

Wakil Menteri Kependudukan menegaskan pendidikan adalah jalur utama pengentasan kemiskinan, didukung kolaborasi lintas kementerian.

Pendidikan dinilai sebagai salah satu instrumen paling mendasar untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam peringatan Hari Kependudukan Sedunia bersama UNFPA di Jakarta, Kamis.

Isyana menyebut dua program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto — Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda — sebagai wujud nyata upaya pemerintah membuka akses bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Kedua program itu menyediakan fasilitas asrama berikut kebutuhan makan dan pendidikan, sehingga anak-anak yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki kesempatan bersekolah kini bisa mengenyam pendidikan formal.

Menurut Isyana, tujuan jangka panjangnya bukan sekadar menuntaskan angka putus sekolah, melainkan mencetak pemimpin-pemimpin bangsa yang kelak mampu mengangkat derajat keluarga mereka dan keluar dari jerat kemiskinan. Ia menekankan bahwa pencapaian itu tidak bisa diraih oleh satu lembaga saja — kolaborasi lintas kementerian menjadi prasyarat yang tidak bisa diabaikan.

Dalam kerangka itu, Kementerian Sosial mengelola Sekolah Rakyat, sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengampu Sekolah Garuda. Isyana mendorong perluasan jangkauan beasiswa bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus mengintegrasikannya dengan program lain seperti magang nasional dan peluang kerja. Semua itu, katanya, merupakan bagian dari peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, Isyana mengingatkan agar peringatan Hari Kependudukan Dunia tidak berhenti pada seremonial. Momentum itu seharusnya dimanfaatkan untuk mengajak kalangan remaja berdiskusi secara konstruktif demi membangun generasi Indonesia yang berkualitas di masa depan.

Sejalan dengan itu, Kemensos dan Kemendukbangga/BKKBN telah menyepakati langkah kolaboratif untuk memperkuat kesehatan mental siswa Sekolah Rakyat. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa para murid Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam dan istimewa, sehingga pendampingan aspek kejiwaan dan persoalan khas usia remaja menjadi kebutuhan mendesak.

Agus menyebutkan tahapan berikutnya mencakup pematangan konsep, uji coba di sejumlah Sekolah Rakyat, hingga penandatanganan nota kesepahaman antara kedua kementerian. Ia berharap seluruh proses itu rampung sebelum tahun ajaran berjalan agar program bisa segera beroperasi — karena, tegasnya, penanganan anak-anak ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Kemensos.

Tag: Sekolah Rakyat, kemiskinan, pendidikan, BKKBN, Indonesia Emas 2045