Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Tiga Tahun Sebelum Gerhana, Hotel di Satu Kota Ini Sudah Kehabisan Kamar

2026-08-04 06:04 WIB · aindari · 👁 888 dibaca

Antusiasme publik terhadap gerhana matahari total 2028 begitu tinggi hingga akomodasi di kota lintasan totalitas sudah habis dipesan jauh sebelum peristiwa terjadi.

Gerhana matahari total yang dijadwalkan terjadi pada 2028 masih terbilang jauh, namun kamar-kamar hotel di salah satu kota yang berada di jalur totalitas sudah habis terjual. Fenomena ini mencerminkan betapa besar daya tarik peristiwa astronomi langka tersebut bagi para pengamat langit dari seluruh dunia.

Gerhana matahari total terjadi ketika bulan melintas tepat di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang sepenuhnya di wilayah tertentu. Jalur totalitas — area sempit di permukaan bumi yang mengalami kegelapan total — menjadi lokasi paling diburu para penggemar astronomi maupun wisatawan. Ketersediaan akomodasi di sepanjang jalur ini pun menjadi komoditas langka yang diperebutkan bertahun-tahun sebelumnya.

Salah satu kawasan yang akan merasakan kegelapan total akibat gerhana 2028 adalah wilayah di Arab Saudi. Negara tersebut diperkirakan akan mengalami kondisi gelap gulita saat puncak gerhana berlangsung, menjadikannya salah satu titik pengamatan yang paling strategis di dunia untuk peristiwa tersebut.

Sementara itu, langit Indonesia pada 2026 juga menyimpan sejumlah fenomena astronomi yang patut dinantikan. Pada Agustus 2026, dua gerhana sekaligus dijadwalkan terjadi, meski keterlihatan dari wilayah Indonesia masih perlu dikaji lebih lanjut. Di bulan yang sama, hujan meteor Perseid dan fenomena Sturgeon Moon juga akan menghiasi langit, memberikan tontonan ganda bagi para pengamat di Tanah Air termasuk di wilayah Kalimantan Barat.

Komunitas astronomi amatir di Indonesia pun semakin aktif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama komunitas Himpunan Astronomi Amatir (HAI) menggelar kegiatan observasi hujan meteor dalam rangka Pekan Astronomi Amatir Nasional, menunjukkan tumbuhnya minat publik terhadap pengamatan langit secara langsung.

Tren pemesanan hotel bertahun-tahun sebelum gerhana ini bukan hal baru dalam dunia astrotourism. Peristiwa serupa pernah terjadi menjelang gerhana total di Amerika Serikat dan Australia, di mana kapasitas penginapan di kota-kota kecil di jalur totalitas ludes dalam hitungan jam setelah tanggal gerhana diumumkan secara resmi. Fenomena ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah-wilayah yang beruntung dilintasi bayangan bulan.

Tag: gerhana matahari total, astronomi, astrotourism, hujan meteor, BRIN