Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Sisa Roket Falcon 9 SpaceX Meluncur Tanpa Kendali, Diprediksi Menghantam Bulan Agustus 2026

2026-08-02 17:09 WIB · aindari · 👁 813 dibaca

Tingkat atas roket Falcon 9 milik SpaceX yang telah lama mengambang di ruang angkasa diperkirakan akan menabrak permukaan Bulan pada awal Agustus mendatang dengan kecepatan sekitar 8.700 km/jam.

Sebuah komponen bekas roket Falcon 9 buatan SpaceX diprediksi bakal menghantam permukaan Bulan pada sekitar 5 Agustus 2026. Tingkat atas roket tersebut, yang sudah tidak lagi dikendalikan, diperkirakan melaju dengan kecepatan mencapai 8.700 kilometer per jam saat bertumbukan. Peristiwa ini menarik perhatian komunitas astronomi dan ilmuwan antariksa karena membuka peluang sekaligus memunculkan pertanyaan baru.

Tingkat atas atau upper stage roket Falcon 9 merupakan bagian yang biasanya ditinggalkan di orbit setelah menyelesaikan tugasnya mengantarkan muatan ke luar angkasa. Tanpa sistem propulsi aktif untuk mengarahkan kembali ke Bumi atau menjauhkannya dari objek langit lain, komponen ini terus mengambang dan bergerak mengikuti dinamika gravitasi. Lintasannya secara bertahap berubah hingga akhirnya mengarah ke Bulan.

Bagi sebagian ilmuwan, tumbukan ini justru dilihat sebagai kesempatan ilmiah yang berharga. Tabrakan benda buatan manusia dengan permukaan Bulan dapat menghasilkan data mengenai struktur dan komposisi permukaan satelit alami Bumi tersebut. Kawah Einstein disebut-sebut sebagai area yang berada di jalur tumbukan, sehingga dampak benturan berpotensi diamati dan dianalisis oleh instrumen yang sudah mengorbit Bulan maupun teleskop dari Bumi.

Namun di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti kekosongan regulasi terkait sampah antariksa. Hingga saat ini, belum ada kerangka hukum internasional yang secara komprehensif mengatur nasib sisa-sisa roket dan komponen misi luar angkasa setelah fungsinya selesai. Roket bekas yang dibiarkan mengambang tanpa kendali di ruang angkasa menjadi contoh nyata bahwa aturan pengelolaan debris antariksa masih tertinggal jauh dibandingkan laju perkembangan industri peluncuran.

Peristiwa serupa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa objek buatan manusia juga pernah menabrak Bulan, baik secara sengaja dalam misi ilmiah maupun secara tidak terkendali. Setiap kejadian semacam ini selalu memicu diskusi tentang tanggung jawab operator peluncuran terhadap limbah yang mereka tinggalkan di luar angkasa.

Dengan semakin padatnya aktivitas peluncuran komersial, termasuk oleh SpaceX yang rutin menggunakan Falcon 9 untuk berbagai misi, volume komponen roket yang ditinggalkan di orbit terus bertambah. Situasi ini menambah urgensi bagi komunitas internasional untuk menyusun regulasi yang lebih ketat mengenai penanganan sampah antariksa, baik di orbit Bumi maupun di sekitar Bulan.

Tumbukan yang dijadwalkan terjadi pada Agustus 2026 ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa eksplorasi antariksa tidak hanya soal pencapaian teknologi, tetapi juga soal tanggung jawab jangka panjang terhadap lingkungan ruang angkasa yang semakin ramai.

Tag: SpaceX, Falcon 9, tumbukan Bulan, sampah antariksa, regulasi antariksa