Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Rencana Serangan Iran ke Ukraina Dibatalkan Setelah Kiev Minta Maaf

2026-08-04 17:01 WIB · aindari · 👁 862 dibaca

Militer Iran sempat menyelesaikan persiapan serangan ke tiga lokasi di Ukraina sebagai respons insiden kapal di Laut Kaspia, namun operasi dihentikan setelah Kiev menyampaikan permohonan maaf.

Teheran mengungkapkan bahwa militernya pernah berada di ambang serangan terhadap Ukraina, sebelum akhirnya memilih menahan diri. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan televisi nasional Iran pada Senin, mengonfirmasi bahwa persiapan serangan ke tiga titik di wilayah Ukraina telah rampung sebelum operasi tersebut dibatalkan.

Pembatalan itu terjadi setelah Kiev menyampaikan permohonan maaf kepada Teheran. Ketegangan antara kedua negara bermula dari insiden pada 25 Juli, ketika Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan itu menewaskan satu anggota awak kapal. Merespons insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuntut Ukraina membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan kepada mitranya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha.

Dalam kesempatan yang sama, Rezaei juga mengeluarkan peringatan keras terkait Selat Hormuz. Ia menegaskan Iran tidak akan membiarkan kapal-kapal melintas melalui jalur yang tidak diakui pemerintah Iran, dan mengancam bahwa kapal yang mencoba menggunakan jalur tersebut akan dijadikan sasaran tembak.

Rezaei turut mengklaim bahwa Iran berhasil menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Amerika Serikat dalam konflik yang berlangsung selama 17 hari belakangan ini. Menurutnya, serangan rudal dan drone Iran juga berhasil menggagalkan sejumlah operasi militer AS di kawasan tersebut.

Pernyataan-pernyataan itu muncul di tengah eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah. Ketegangan kawasan memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari lalu, yang kemudian memicu serangan balasan Teheran terhadap sejumlah negara tetangga. AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April, lalu menandatangani memorandum perdamaian melalui mediasi Pakistan pada Juni. Namun kesepakatan itu gagal bertahan, dan kedua pihak kembali terlibat saling serang selama sekitar dua pekan.

Situasi ini menggambarkan betapa rapuhnya stabilitas kawasan, di mana insiden di satu titik — seperti serangan terhadap kapal dagang di Laut Kaspia — berpotensi memicu konflik bersenjata yang lebih luas, bahkan melibatkan negara-negara yang secara geografis berjauhan dari episentrum konflik Timur Tengah.

Tag: Iran, Ukraina, Laut Kaspia, Timur Tengah, Selat Hormuz