Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Negosiasi Iran-Oman soal Jalur Pelayaran Selat Hormuz Dibayangi Perbedaan Klaim

2026-08-04 19:01 WIB · aindari · 👁 661 dibaca

Iran dan Oman disebut mendekati kesepakatan pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, namun pejabat AS membantah sejumlah klaim Iran soal mekanisme biaya.

Pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dilaporkan telah memasuki tahap akhir. The New York Times, mengutip pejabat dari kedua sisi — Iran maupun Amerika Serikat — melaporkan pada Senin bahwa kedua negara hampir merampungkan sebuah kesepakatan yang akan mengatur pergerakan kapal melalui salah satu jalur maritim tersibuk di dunia itu.

Dalam skema yang sedang dibahas, kapal-kapal yang memasuki kawasan Teluk akan diarahkan melalui jalur yang berada di bawah kendali Iran dan berdekatan dengan garis pantainya. Sebaliknya, kapal yang keluar dari Teluk akan menggunakan jalur di sisi Oman. Pembagian rute ini mencerminkan upaya membagi pengaruh geografis di perairan strategis tersebut.

Pejabat Iran mengklaim kepada The New York Times bahwa tidak akan ada tol yang diberlakukan dalam kesepakatan ini. Namun mereka menyebut adanya "biaya layanan" yang mencakup kompensasi dampak lingkungan, biaya keamanan untuk kapal kargo dan tanker, serta biaya kepegawaian. Pendapatan dari pos-pos biaya itu, menurut versi Iran, akan dibagi secara merata antara Teheran dan Muscat.

Klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat AS yang turut dikutip dalam laporan yang sama. Pejabat itu menyebut pernyataan Iran tidak akurat dan menegaskan bahwa jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz tidak membutuhkan persetujuan Iran, serta tidak akan dikenai tol atau pungutan sejenis apa pun.

Ketegangan tidak hanya muncul dari perbedaan narasi antara Iran dan AS. Di internal Pentagon, sejumlah pejabat senior dilaporkan bersikap skeptis terhadap rencana ini karena khawatir kesepakatan semacam itu bisa ditafsirkan sebagai bentuk konsesi kepada Iran. Kekhawatiran serupa juga muncul dari sisi Iran sendiri — beberapa pejabatnya mempertanyakan apakah kesepakatan ini benar-benar mampu berjalan dan mencegah kemungkinan serangan militer AS berikutnya.

Selat Hormuz merupakan titik transit vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ketidakpastian seputar status dan kendali jalur ini memiliki implikasi luas bagi stabilitas energi global, dan perbedaan klaim yang masih tajam antara pihak-pihak terkait menunjukkan bahwa kesepakatan final — jika pun tercapai — masih menghadapi tantangan implementasi yang serius.

Tag: Selat Hormuz, Iran, Oman, pelayaran internasional, Amerika Serikat