Rencana Serangan Iran ke Ukraina Dibatalkan Setelah Kiev Minta Maaf
2026-08-04 17:02 WIB · aindari · 👁 457 dibaca

Militer Iran sempat menyelesaikan persiapan serangan ke tiga lokasi di Ukraina sebagai respons insiden kapal di Laut Kaspia, namun operasi itu dihentikan setelah Kiev menyampaikan permohonan maaf.
Teheran nyaris melancarkan serangan militer ke Ukraina sebelum akhirnya memilih menahan diri. Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan dalam wawancara dengan televisi nasional Iran pada Senin bahwa persiapan serangan ke tiga titik di wilayah Ukraina telah rampung, namun operasi tersebut dibatalkan setelah pihak Kiev menyampaikan permohonan maaf kepada Teheran.
Ketegangan ini bermula dari insiden pada 25 Juli, ketika Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan itu diklaim menewaskan satu anggota awak kapal. Merespons insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara langsung mendesak mitranya dari Ukraina, Andrii Sybiha, agar Kiev membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan.
Dalam pernyataan yang sama, Rezaei juga menyinggung soal Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan kapal-kapal melintas melalui jalur yang tidak diakui pemerintah Iran, dan menegaskan bahwa kapal yang nekat menggunakan jalur tersebut akan menjadi sasaran tembak.
Rezaei turut mengklaim bahwa dalam konflik yang berlangsung selama 17 hari terakhir, Iran berhasil menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Amerika Serikat. Ia juga menyebut serangan rudal dan drone Iran mampu menggagalkan operasi militer AS di kawasan tersebut.
Pernyataan-pernyataan itu muncul di tengah latar belakang eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah. Ketegangan meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke sejumlah negara tetangga di kawasan. Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April, lalu menandatangani memorandum perdamaian yang dimediasi Pakistan pada Juni. Namun kesepakatan itu gagal bertahan, dan konflik militer antara AS dan Iran kembali pecah selama sekitar dua pekan.
Insiden kapal di Laut Kaspia menambah kompleksitas situasi dengan menarik Ukraina ke dalam pusaran ketegangan yang sebelumnya lebih terfokus antara Iran dengan AS dan Israel. Meski permohonan maaf Kiev berhasil mencegah eskalasi langsung kali ini, tuntutan ganti rugi yang masih menggantung menunjukkan bahwa hubungan Teheran dan Kiev belum sepenuhnya pulih.
Tag: Iran, Ukraina, Laut Kaspia, Timur Tengah, Selat Hormuz