Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Kemendikdasmen Gandeng Pemda Bangun Ekosistem PJJ untuk Anak Putus Sekolah

2026-08-05 06:03 WIB · aindari · 👁 727 dibaca

Pemerintah pusat dan daerah bersinergi memperluas Pendidikan Jarak Jauh melalui MPLS sebagai pintu masuk bagi anak-anak yang selama ini tidak mengenyam bangku sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu langkah konkretnya adalah penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PJJ untuk jenjang pendidikan menengah, yang menjadi titik awal bagi murid baru mengenal sistem pembelajaran jarak jauh.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa keberhasilan PJJ tidak bisa bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat semata, maupun diserahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi menyeluruh yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat luas. Ketika masing-masing pihak menjalankan perannya — mulai dari penyiapan kebijakan, penjangkauan di lapangan, hingga penyelenggaraan layanan belajar — barulah setiap anak berpeluang kembali mengakses pendidikan.

Fajar juga menyampaikan keyakinannya bahwa penguatan tata kelola, sistem penyelenggaraan, dan penjaminan mutu yang terus dibenahi akan mendorong kualitas PJJ semakin baik, hingga lulusannya dapat setara dengan lulusan pendidikan formal reguler.

Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menambahkan bahwa MPLS PJJ bukan sekadar kegiatan perkenalan. Tahap ini sekaligus menjadi fondasi pembentukan karakter, kemandirian, dan literasi digital bagi murid — tiga bekal yang dinilai krusial untuk mengikuti proses belajar jarak jauh secara efektif. Di sisi lain, MPLS juga memberi kesempatan bagi satuan pendidikan untuk memetakan kebutuhan belajar tiap murid agar layanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Dukungan dari daerah turut mengalir. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa PJJ sejalan dengan semangat menghadirkan pendidikan yang tidak terhalang oleh jarak geografis maupun keterbatasan ekonomi. Ia menggambarkan filosofi PJJ sebagai sekolah yang mendatangi anak, bukan menunggu anak datang ke sekolah — sebuah pendekatan yang menempatkan akses pendidikan sebagai hak semua anak tanpa pengecualian.

Program PJJ sendiri dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal, termasuk anak-anak di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T). Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pusat dan daerah, pemerintah berharap semakin banyak anak yang dapat kembali belajar dan menyelesaikan pendidikan menengah mereka.

Tag: Pendidikan Jarak Jauh, Kemendikdasmen, Anak Tidak Sekolah, MPLS, Pemerintah Daerah