Kebakaran Lahan 45 Hektare di Riau Masih Membara, Tiga Lokasi Belum Padam
2026-08-05 17:07 WIB · aindari · 👁 709 dibaca

Manggala Agni terus berjuang memadamkan karhutla di Kabupaten Pelalawan dan Inderagiri Hulu yang tersebar di tiga titik dengan berbagai kendala lapangan.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau belum selesai. Satuan Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, hingga kini masih menangani tiga titik api dengan total luas terdampak sekitar 45 hektare yang tersebar di dua kabupaten.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebutkan seluruh penanganan dikoordinasikan oleh Manggala Agni Daerah Operasi Rengat. Dua kabupaten yang terdampak adalah Pelalawan dan Inderagiri Hulu (Inhu), dengan kondisi pemadaman yang berbeda-beda di tiap lokasi.
Di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kebakaran seluas sekitar 15 hektare telah berlangsung selama enam hari namun belum berhasil dipadamkan. Medan yang berat menjadi hambatan utama — petugas membutuhkan waktu 45 menit hanya untuk mengangkut peralatan sejauh 1,5 kilometer menggunakan kendaraan roda dua, ditambah bahan bakar alami yang padat membuat api sulit dikendalikan. Masih di kecamatan yang sama, Desa Mak Teduh mencatat kebakaran seluas 10 hektare yang kini memasuki hari kedua penanganan. Hamparan rumput ilalang yang terbakar menghasilkan asap tebal, sementara angin kencang yang berputar-putar mempersulit arah pemadaman. Hujan ringan hingga sedang sempat turun selama 30 menit, tetapi tidak cukup untuk mematikan api.
Titik terluas berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, dengan estimasi luas terbakar 20 hektare. Penanganan juga baru memasuki hari kedua. Asap pekat dan angin kencang menjadi tantangan serupa, meski Ferdian menyebut bagian selatan kepala api sudah berhasil ditangani. Dua unit helikopter water bombing turut dikerahkan untuk membantu pemadaman di lokasi ini.
Satu titik lain di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, seluas 1,5 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari kedua penanganan, meski petugas sempat menghadapi keterbatasan sumber air di lokasi.
Karhutla yang masih aktif di Riau ini mencerminkan tantangan yang kerap dihadapi di wilayah gambut dan semak Sumatera, di mana kombinasi bahan bakar padat, angin tidak menentu, dan akses lapangan yang sulit membuat proses pemadaman memakan waktu jauh lebih lama dibanding kebakaran biasa.
Tag: karhutla, Riau, Manggala Agni, kebakaran hutan, Inderagiri Hulu