Ribuan Mahasiswa dari 10 Kampus Ternama Diterjunkan ke 53 Kawasan Transmigrasi
2026-08-05 17:16 WIB · aindari · 👁 524 dibaca

Kementerian Transmigrasi mengerahkan 1.476 patriot muda untuk meneliti dan mendampingi kawasan transmigrasi, dengan porsi terbesar ditempatkan di Papua.
Sebanyak 1.476 mahasiswa unggul dari sepuluh perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia resmi ditugaskan ke 53 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Mereka tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi sebagai upaya mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan bahwa para peserta bertugas menjalankan riset, kajian, serta pendampingan berbasis akademik di lokasi masing-masing. Kawasan yang menjadi sasaran penugasan mencakup wilayah yang tersebar luas, mulai dari Salor di Papua Selatan, Selaut di Aceh, Lunang Silaut dan Muara Takung Kamang Baru di Sumatera Barat, Batu Betumpang di Kepulauan Bangka Belitung, hingga Barelang di Kepulauan Riau.
Program ini merupakan kelanjutan dari Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang sebelumnya menerjunkan 2.000 sumber daya manusia ke kawasan transmigrasi. Pada edisi 2026, jumlah peserta menyusut menjadi 1.476 orang, namun jangkauan kemitraan perguruan tinggi justru bertambah. Tiga kampus baru — Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin — bergabung bersama tujuh mitra sebelumnya, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Padjadjaran.
Peran perguruan tinggi tidak sekadar menyediakan peserta. Setiap kampus mitra turut membantu proses verifikasi administrasi dan seleksi, memberikan dukungan akademik sebelum keberangkatan, serta mendampingi kawasan yang menjadi lokasi riset selama penugasan berlangsung.
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap Papua dalam program ini. Dari total 1.476 peserta, sekitar 1.200 orang atau hampir 80 persen ditempatkan di 10 kawasan transmigrasi di wilayah Papua. Konsentrasi penugasan ini mencerminkan prioritas pembangunan pemerintah di kawasan timur Indonesia.
Qodari menyatakan bahwa kawasan transmigrasi diharapkan dapat bertransformasi menjadi laboratorium riset terapan. Hasil kajian para peserta ditargetkan menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Pemerintah berharap kolaborasi antara negara, dunia akademik, dan masyarakat setempat pada akhirnya mampu mendorong kawasan transmigrasi tumbuh menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Tag: transmigrasi, Tim Ekspedisi Patriot, perguruan tinggi, Papua, Kementerian Transmigrasi