Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Jalur Umbra Melintasi Greenland hingga Semenanjung Iberia
2026-08-05 17:13 WIB · aindari · 👁 791 dibaca

Fenomena langka gerhana Matahari total akan menjangkau sejumlah wilayah belahan bumi utara pada Agustus 2026, dengan Spanyol sebagai salah satu titik pengamatan terbaik.
Pada 12 Agustus 2026, langit di sebagian belahan bumi utara akan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling dramatis: gerhana Matahari total. Peristiwa ini terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi seluruh piringan surya dari pandangan pengamat yang berada di jalur bayangan inti Bulan.
Berdasarkan data NASA, rangkaian gerhana ini akan berlangsung mulai pukul 15.35 UTC, mencapai puncak totalitas pada pukul 17.47 UTC, dan berakhir sekitar pukul 19.59 UTC. Namun, hanya wilayah yang dilintasi umbra — bayangan inti Bulan — yang akan mengalami fase totalitas penuh, sementara daerah di luar jalur tersebut hanya kebagian gerhana sebagian.
Mengacu pada data NASA dan European Space Agency (ESA), jalur totalitas dimulai dari pesisir timur dan utara Greenland, bergerak ke Islandia, kemudian melintas di atas wilayah utara Rusia. Bayangan Bulan lalu menyeberangi Samudra Atlantik sebelum akhirnya menyentuh daratan di Semenanjung Iberia, mencakup sebagian Spanyol dan sebagian kecil Portugal.
Spanyol menjadi negara dengan cakupan totalitas terluas di antara wilayah berpenghuni. Jalur umbra diperkirakan melewati Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, hingga Kepulauan Balearic. Warga di sepanjang jalur ini berkesempatan menyaksikan langit berubah gelap seperti malam di siang hari selama beberapa menit. Portugal turut kebagian jalur totalitas, meski cakupannya lebih sempit dibanding negara tetangganya.
Di luar jalur umbra, sejumlah negara Eropa dan kawasan lain tetap dapat mengamati gerhana dalam fase sebagian. Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, negara-negara Skandinavia, Maroko, Aljazair, serta wilayah timur laut Amerika Serikat seperti New York dan Boston termasuk dalam kategori ini. Pada gerhana sebagian, Matahari hanya tertutup sebagian sehingga langit tidak benar-benar gelap.
Gerhana total berlangsung dalam beberapa tahapan yang masing-masing menawarkan pemandangan unik. Fase awal ditandai tepi Bulan yang mulai menutupi piringan Matahari hingga tampak berbentuk sabit. Menjelang totalitas, dua fenomena singkat dapat diamati: Baily's Beads — titik-titik cahaya yang terbentuk saat sinar Matahari melewati celah permukaan Bulan — dan diamond ring effect, kilatan cahaya sesaat sebelum Matahari tertutup sepenuhnya. Saat puncak totalitas, korona Matahari — lapisan atmosfer terluar yang bercahaya putih menyerupai mahkota — tampak jelas di langit yang mendadak gelap. Setelah beberapa menit, Bulan bergeser dan proses berlangsung terbalik hingga Matahari kembali terlihat utuh.
Bagi siapa pun yang berencana mengamati gerhana ini, terutama pada fase sebagian, penggunaan kacamata khusus gerhana berstandar keamanan sangat dianjurkan. Menatap Matahari langsung tanpa pelindung, bahkan saat sebagian besar piringannya tertutup, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.
Tag: gerhana matahari total, astronomi, NASA, Spanyol, 2026