Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

UMKM Raup Rp1,5 Miliar dari Piala Presiden 2026, Naik 27 Persen Dibanding Tahun Lalu

2026-08-06 06:01 WIB · aindari · 👁 349 dibaca

Perputaran ekonomi dari penjualan produk UMKM di Piala Presiden 2026 melampaui edisi sebelumnya dan masih berpotensi bertambah setelah laga final.

Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar di lapangan hijau, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha kecil. Total penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang turnamen ini telah mencapai Rp1,5 miliar hingga babak semifinal.

Angka tersebut disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, dalam konferensi pers menjelang laga final di Jakarta, Rabu. Ia menegaskan capaian itu belum final karena turnamen masih menyisakan laga perebutan tempat ketiga dan partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (5/8) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Dibandingkan edisi 2025, perputaran ekonomi dari sektor UMKM kali ini tumbuh 27 persen. Tsamara menyebut dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sebagai salah satu nilai inti yang ingin terus dijaga oleh penyelenggara dalam setiap edisi turnamen ini.

Selama bergulirnya kompetisi, jumlah tenant UMKM yang hadir bervariasi di tiap venue. Di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya tercatat 80 tenant, sementara di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung sebanyak 50 tenant. Jumlah ini menyusut menjadi 25 tenant pada babak semifinal di Bali yang digelar tanpa kehadiran penonton. Meski begitu, aktivitas ekonomi tetap dijaga oleh panitia dengan cara menggerakkan seluruh staf dan panitia untuk membeli makanan dari tenant-tenant yang hadir.

Untuk mengimbangi absennya suporter di stadion, panitia juga mendorong para pendukung tim menggelar acara nonton bersama di wilayah masing-masing dengan tetap memperhatikan aspek keamanan. Tsamara menyebut sejumlah kelompok suporter seperti Bonek dan Viking telah menginisiasi kegiatan serupa secara mandiri.

Laga final pun akan tetap digelar tanpa penonton, namun Tsamara menegaskan hal itu tidak akan mengurangi kualitas dan keseruan pertandingan. Ia menyatakan panitia akan menikmati jalannya laga seperti halnya para suporter yang menyaksikan dari luar stadion, sembari tetap menjaga netralitas sebagai penyelenggara.

Dengan laga puncak yang belum dimainkan, angka perputaran ekonomi dari sektor UMKM masih berpeluang bertambah, menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai edisi dengan dampak ekonomi terbesar sejauh ini.

Tag: Piala Presiden 2026, UMKM, ekonomi olahraga, sepak bola Indonesia, Tsamara Amany